Gas vulkanik merupakan bagian yang fundamental dalam aktivitas gunungapi. Gas vulkanik dapat digunakan tidak hanya untuk mempelajari aktivitas magma sebelum suatu letusan, tetapi juga perkiraan mengapa gunungapi meletus. Secara umum adanya kenaikan gas pada suatu gunungapi menunjukkan kenaikan aktivitas gunungapi tersebut.
Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.
Setelah relatif tenang berada pada status aktif normal sejak erupsi terakhir pada Februari 2001 aktivitas Merapi menggeliat lagi pada tahun 2005. Krisis vulkanik 2006 dimulai pada tahun 2005 dengan adanya kemunculan gempa-gempa vulkanik yang menandai kenaikan magma dari kedalaman. Berbagai metodologi diterapkan untuk memperoleh gambaran aktivitas vulkanik yang lebih jelas.
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif Tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk. 60 km di sebelah timur kota Bandung. Nama Guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa Belanda DIndenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur, dan guruh.
Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif, bukan hanya di Indonesia akan tetapi di dunia. Seperti umumnya gunungapi di Indonesia, Merapi merupakan gunungapi strato dengan puncak tertinggi mencapai 2968 m diatas permukaan laut. Bagian puncak Merapi dicirikan pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil.
Gunung Kelut merupakan Gunungapi strato yang letusannya bersifat freto magmati dan selalu eksplosif. Pada sektor Resen yang terbuka ke arah barat, terletak sebuah danau kawah kurang lebih (1200 m dpl) yang merupakan kawah aktif saat ini. Fumarol/solfatar melepaskan berbagai jenis gas. Adanya kenaikan tingkat kegiatan gunungapi akan mengakibatkan aktifitas degassing magma lebih tinggi.
Gunung Tangkubanparahu merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strato yang terletak di utara Kota Bandung, Jawa Barat, dengan ketinggian 2084 meter diatas muka laut, atau sekitar 1300 meter diatas dataran tinggi Bandung. Pengamat terhadap aktifitas gunung ini dilakukan dengan melibatkan berbagai metoda seperti geokimia dan geofisika.
Gunung Ijen merupakan salah satu gunungapi aktif Tipe A yang memiliki danau kawah. Gunung ini berada di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. G. Ijen merupakan salah satu kerucut gunungapi dari 22 buah kerucut gunungapi yang muncul setelah terbentuknya Kaldera Ijen. G. Ijen masuk kedalam wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Menurut klasifikasi Gill (1981), batuan komplek G. Semer - Jambangan berkomposisi basalt, andesit basa, andesit asam dan dasit dengan kadar K-sedang. Batuan lava umumnya bertekstur porfiritik terdiri dari plagioklas, piroksen, kurag lebih olivin, kurang lebih amfibol, mineralopak, gelas vulkanik, kurang lebih olivin. Dari data petrografi dan geokimia menunjukkan batuan komplek gunungapi Semeru …
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.