Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Tim Inventarisasi Potensi Wisata mencari celah lain yang ada di daerah kawasan G. Ijen, yang sekiranya dapat dikembangkan dimasa mendatang selain sumberdaya mineral, hal ini dirasakan sangat perlu sekali menginngat daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pemetaan geologi dilakukan untuk mengumpulkan data - data geologi mengenai gunungapi Talagabodas berdasarkan hasil penafsiran foto udara yang didukung dengan penelitian di lapangan, meliputi : jenis batuan, baik sebaran maupun posisinya, morfologi dan pola aliran sugai serta pola struktur.
Untuk mengantisipasi kemungkinan letusan Gunung Gede di masa yang akan datang maka perlu dilakukan pengamatan secara intensif dan berkesinambungan. Pengamatan secara intensif terhadap kegiatan vulkanik Gunungapi Gede dilakukan sejak tahun 1985. Pengamatan dilakukan baik secara visual, pemeriksaan kawah puncak, maupun kegiatan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede di Ciloto.
Dari data-data kegempaan yang di peroleh menunjukkan pada saat ini gunung guntur dalam keadaan aktif normal. Gempa-gempa vulkanik yang terekam pada bulan januari hingga april 1997 bersumber di sekitar gunung guntur dengan kedalaman 1.7-22,5 km dan sebaran acak.
Penyuluhan ini dilakukan agar penduduk yang bermukim dan bermata pencaharian di sekitar G. Galunggung dapat memilih tempat bermukim di daerah yang relatif aman dan menghindari daerah rawan bahaya sesuai dengan hasil Peta Daerah Bahaya yang sudah publish.
Komposisi kimia gas G. Kelut pada bulan April tidak memberikan tanda - tanda peningkatan kegiatan. Diperlukan adanya penelitian yang berkesinambungan mengenai kimia gas vulkanik dan kimia air danau kawah, yang terutama dalam rangka menunjang pemantauan aktifitas vulkanik.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di Komplek Gunungapi Ijen, Kab. DT. II Banyuwangi dan DT II Bondowoso, Jawa Timur dilakukan untuk mengetahui material yang dihasilkan oleh letusan selama sejarah pembentukan Komplek Gunungapi Ijen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahan galian golongan C.
Ada beberapa aspek yang dibuat dalam pembuatan dokumentasi gunungapi antara lain yang menyangkut aspek vulkanologi, sosial, dan ekonomi yang berada disekeliling tubuh gunungapi tersebut.