Dalam tahun anggaran 1987/1988, Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi melakukan pemasangan radiotele-seismograph (RTS) di G> Ijen atau lebih dikenal dengan nama Kawah Ijen, Jawa Timur termasuk wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sejarahnya G. Gede telah mengalami beberapa kali terjadi kegiatan berupa letusan-;etusan baik besar dan menghancurkan maupun hanya letusan asap atau abu
Sistem telementri G. Kelut bertujuan untuk mengetahui keadaan kawah terutama suhu, pH dan konduktifitas air danau kawah dengan cara jarak jauh yang dilengkapi sistem pancar.
G. Papandayan termasuk tipe gunungapi strato campuran, yang terletak di Tatar sunda, Priangan, kab. Garut, Propinsi Jawa Barut.
Pengamatan visual sering terganggu cuaca, Pos dan sekitarnya terutama puncak G.Slamet sering tertutup kabut. Sedangkan pengamatan seismik dilakukan selama Desember 1985 sampai Maret 1986 kegiatan gempa G. Slamet sangat sedikit, yaitu Desember 1985 1x gempa Vulkanik type B, Januari, Februari, dan Maret nihil.
G. Papandayan, tinggi 2665 m dari muka laut, adalah salah satu gunungapi aktip di daerah Jawa Barat. Letaknya di Kabupaten Garut pada posisi astronomis 7 derajat 19' Lintang Selatan dan 107 derajat 44' Bujur Timur.
Selama melakukan pengamatan visual G. Gede, juga mengamati kehempaan bulan april 1986, guna evaluasi tingkat kegiatan G. Gede sampai saat ini
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 m dml. Diapit o-leh G. Tengger dan Hiyang Argopuro.
G. Tangkubanperahu adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat yang cukup terkenal dikalangan wisatawan.
Penelitian dan pengamatan G. Kelut sampai April 1986 masih terus dilakukan, terdiri dari penelitian seismik yang di-bantu dengan pengamatan visual, pengukuran suhu danau ka-wah dan solfatara. Penelitian dari pekerjaan tersebut di atas mengambil data dari keadaan G. Kelut sejak April 1985 sampai dengan April 1986 dengan maksud untuk mengetahui keadaan selama waktu tersebut, terutama aspek kegemp…