G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …
Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.
Hasil evaluasi seismik serta ditunjang oleh data visualnya, kegiatan G. Ili Boleng saat ini dinilai dalam kondisi aktif normal. Sedangkan dari evaluasi seismik kegiatan G. Ili Lewotolo, secara kuantitas menunjukkan tingkat kejadian gempa vulkanik per harinya diatas normal, hal ini diduga sudah berlangsung sebelum pemasangan seismograf di Pos PGA Ili Lewotolo (September 1994). Secara visual akti…
Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Rinjani di Sembalun Lawang umumnya G. Rinjani tampak jelas, tetapi pada siang maupun sore hari terkadang terjadi kabut 0I - 0II. Selain itu, dilakukan juga pengamatan kegempaan menggunakan Seismograf Model PS-2 bersistem Radio Telemetri (RTS), dimana seismometer ditempatkan di lereng G. Rinjani daerah Padabalong dekat G. PLawang…