Dalam rangka penelitian batuan gunung api purba G. Muria, penulis ditugaskan mendampingi tenaga ahli. Mereka adalah mahaguru Uniersitan Padjadjaran dan ITB.
Maksud kepergian adalah mengikuti rombongan rencana pencatatan suhu air kawah G. Kelut melalui pemancar
Dalam tahun anggaran 1988/1989, Direktorat Vulkanologi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh, telah melaksanakan salah satu program kerja, yaitu berupa pemetaan geologi G. Patuha, berdasar-kan hasil penafsiran potret udara.
G.Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut, tertutup sumbat lava, termasuk Kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang tinggi dengan G. Sundoro.
Sehubungan dengan rencanan semula, maka pada awal bulan April 1971 Kasi penelitian Gn. Api telah berangkat menuju Gn. Tjiremai jang diikuti oleh penulis dengan mempergunakan land-rover D.2872 jang dikemudikan oleh Sdr. Hadis III
Penulis ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gn. Api mengadakan pemetaan daerah bahaja G. slamet selama 18 hari.
Laporan ini merupakan Laporan Daerah Bahaya Sementara dari gunung-gunung api di dataran tinggi Dieng, yangmenurut data dari laporan-laporan lama dan penelitian regu waktu itu dianggap berbahaya. sebenarnya sebagian Daerah Bahaya dari Pegunungan Dieng ini pada bulan September 1971 telah dipetakan oeh satu regu pemetaan Daerah Bahaya selama lk.. 2 minggu dibawah pimpinan Sumarna Hamidi B. SC.
Atas perintah Kepala Seksi Penelitian Gunungapi tertanggal 19 September 1970, penulis dan Sdr. Sobana Rasjid Sdr. Hadia III dan bertindak sebagai Kepala Regu Sdr.Kama Kusumadinata, de-ngan memakai mobil dinas Landrover D.2782 diperintahkan untuk memetakan daerah sementara bahaja Gunung Gede, maka pada tg. 23 September 1970, sebelum kami mengadakan pemetaan menju-sur kali2 jang dianggap perlu, m…
Atas Permintaan Pimpinan Pengawasan Gunung Merapi di Jogjakarta (P. G. M.). Penulis bersama Sdr. Ato Djuhara, Sdr. Ismangun Surjo. ditugaskan Kepala Seksi Penelitian Gunungapi, untuk melengkapi dan sebagian merevisi peta daerah bahaya sekitar G. Merapi.
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.