Gunung Merapi termasuk gunungapi tipe A yang sampai saat ini masih menampakkan kegiatannya. Dalam pelaksanaan rencana kegiatan tahun anggaran 1995/1996 selain pemetaan topografi puncak, direncanakan pula pemetaan aliran lahar. Peta aliran lahar ini akan sangat membantu dalam penentuan daerah bahaya. Batang Rimbo Piatu merupakan salah satu sungai dilereng Marapi yang mengalir kearah utara, terma…
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Proyek Pengamatan Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi pada Pelita V tahun anggaran 1993/1991. Seksi Pemetaan Topografi. Sub Dit Pemetaan Gunungspi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan pengukuran topografi puncak gunung Dempo di daerah Sumatera Selatan. Tim pengukuran ini terdiri dari: Agus Karim, SPPD No. 1006/0441/3405/93. Rep Dehlan. SPPD nomor 1003/0441/34…
Tulisan ini dimaksudkan sebagai laporan kerja lapangan daerah G. Tandikat dan sekitarnya, sebagai realisasi pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi pada akhir Pelita VI tahun anggaran 1994/1995 yang dilaksanakan oleh Seksi Penginderaan Jauh, Sub. Dit Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun anggaran 1991/1992 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap pertama.
Pads pelita IV. tahun anggaran 1988/1989, Proyek telah melakukan Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, penetaan geologi gunung Kerinci secara rinci dengan menggunakan peta dasar topografi sekala 1: 50.000. Tin peneta terdiri dari tujuh orang yakni K.S.Santoso sebagai kepala tim; S. Kamal, Dadi Mulyadi, A.Nasution, R. Chaniago, O.K. Suganda dan Sutoyo sebagai anggota tin serta dibantu ol…
Dalam Pelita IV tahun anggaran 1989 diberangkatkan satu tim 1990, telah ke pemetaan daerah bahaya gunungapi Gunung Kaba selama 30 (tiga puluh) hari sejak 24 Mei 1989 sampai 23 Juni 1989.
Pada tanggal 17 Juli 1990 bedasarkan SPPD No. 583/0441/3402/1990 dan No. 620/0441/3402/1990 Agus Karim dan A. Djadja Sumpena ditugaskan ke G-Kaba untuk melakukan pengukuran topografi puncak gunung tersebut. G. Kaba di Sumatra termasuk kedalam wilayah Kabupaten Rejanglebong Propinsi Bengkulu. Posisi geografinya terletak pada 4° 02 lintang selatan dan 103° 08 bujur timur
Pada tanggal 15 -13- 1981, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk melakukan pengukuran topografi terkahir yang ada ukuran Sdr. Samud W. Tahun 1977 di perkirakan sudah banyak perobohannya, setelah antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1981 sering terjadi kegiatan.
Pada 4 Juni 1980 dengan SPJ n. 262/P/1980, n.263/P/1980, dan n. 264/P/1980. A.D. Sumpena, sdr.S. Wikartadipura dan saya ditugaskan ke tiga gunungapi di sumatra, diantaranya ke G. Kunyit untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Survei Gunung Sumbing ini mencakup pemeriksaan puncaknya, (kawah kegiatan) dan pemetaan daerah bahaya sekelilingnya. Pemetaan daerah bahaya ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tidak, pada waktu terjadinya letusan.