Penyuluhan G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 1993 di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebelumnya penyuluhan G.Lamongan telah dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1992 di Klakah Kabupaten Lumajang.
Sebagai salahsatu tugas Direktorat Vulkanologi memberikan informasi mengenai gunungapi kepada masyarakat di sekitar gunungapi, diantaranya G. Sumbing yang mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah letaknya lebih kurang 160 km sebelah barat laut kota Yogyakarta.
Selama beberapa tahun terakhir ini kegiatan vulkanik G.Slamet dicirikan dengan aktifitas hembusan asap yang terjadi di sekitar kawah puncak, serta rekaman seismik di dominasi oleh gempa - gempa permukaan. Sejak 1988 sampai 1993 gempa permukaan terus terekam meskipun saat laporan ini ditulis (Oktober 1993) jumlah gempa permukaan menurun cukup drastis dibandingkan waktu - waktu sebelumnya. Hembus…
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Metode pengukuran situasi topografi dilakukan dengan cara spring station atau lebih dikenal dengan sistem loncat kijang. Pembacaan alat dilakukan dengan cara seri yaitu dibaca biasa dan luar biasa hal ini dimaksud untuk menghindari kesalahan pembacaan sekecil mungkin sehingga hasil petanya mencapai tingkat akurasi yang baik.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Pemetaan geologi (stratigrafi detail) lereng selatan G.Merapi (lembar peta 47/XLI-m dan 47/XLI-q) mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui macam dan jenis endapan volkanik khususnya di lereng selatan G.Merapi. Dengan mengetahui macam dan jenis endapan tersebut secara tidak langsung kita akan dapat mengetahui bagaimana sejarah letusan G.Merapi di waktu lampau berdasarkan singkapan yang dijum…
Penyelidikan hubungan guguran serta awan panas akibat oleh curah hujan sangat penting sekali sebab sampai saat ini belum pernah ada penelitian tentang pemicu adanya awan panas ataupun guguran, padahal informasi tersebut sangat penting sekali terutama sebagai peringatan adanya bahaya yang mengancam pendudukan yang ada di sekitar G.Merapi.
Dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan Gunung Merapi, pada bulan Mei 1993 telah dilakukan pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi secara tepadu yaitu kimia, fisika, dan geologi. Pemantauan secara kimia meliputi kimia gas, kondensat, temperatur lubang gas vulkanik, batuan, udara bebas, merkuri, dan kecepatan emisi gas S02 dalam plume vulkanik.