Kesan pertama jang didapat penulis pada pemeriksaan adalah bahwa kegiatan Vulkan hanja berkisar pada aktivitas solfatara. Gedjala2 lain dari itu ta' ada sama sekali. Dan solfatara jang aktif hanjalah solfatara2 jang berada di Kawah Ratu dan Kawah Baru.
Dengan adanja kegiatan vulkanik umumnja ditanah air pada waktu akhir2 ini (1960/1961) sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan Vulkanologi merasa perlu mengadakan pemeriksaan puntjak G.Slamet untuk mengetahui perubahan - perubahan apa jang telah terdjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan2 lainnja jang akan timbul mengingat telah beberapa tahun berselang tid…
Maksud dari pekerjaan ini ialah untuk mengadakan pemetaan daerah bahaya G.Slamet sesuai dengan repelita. Karena biaya untuk triwulan III TAHUN PELITA ii tidak mencukupi, pemetaan peretama hanya dilakukan selama dua minggu yang dimulai pertengahan bulan maret, dikerjakan oleh saudara ATO DJUHARA dengan menggunakan kendaraan dinas D 2752.
Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.
Indonesia sebagai suatu daerah gunung berapi diatas permukaan bumi, jang mempunyai 149 pust kegiatan (gunung berapi). Sejak tahun 1800 menurut statistik bercana yang disebabkan gunung berapi terjadi 1 x dalam 3 tahun, sejdangkan bencana tersebut tidak kurang dari 135.000 kecelakaan, beratus-ratusdesa dan beribu ribu hektare dari tanah dan hutan dimusnahkan, akiibat dari letusan gunung api akan …
Diantara gunung-gunung berapi di Indonesia G. Merapilah yang paling aktif. Kalau kita melihat sejarah kegiatannya sejak tahun 1991 maka gunung api tersebut dalam jangka waktu 72 tahun lebih banyak bekerja daripada tidak.. Kecuali menurut kenyataan bahwa G. Merapi sering bekerja dan hampir tiap kegiatan menyemburkan awan panas, maka G. Merapi tergolong yang paling berbahaya di Indonesia.
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Bromo hanja melontarkan abu, lapili dan bom2 lava, berupa esplosi normal dalam kawah pusat. Lava tidak mengalir delen waktu seijarah. Kadang2 abunja merusak perkebunan disekitarnja, seperti halnja dalam tahun 1915 dan 1948
Sesuai dengan rentjana penulis, seperti diuraikan dalan karangannja jang lalu berdjudul "G. Tangkuban Perahu. Riwajat letusan dan bahaja-nja berdasarkan Peta dan Pustaka, sela ma bulan Agustus 1969, telah dilakukan penelitian dilapangan sekitar G. Tangkuban Perahu jang dewasa ini sedang menundjukkan gedjala kenaikan kegiatan magmanja.