Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunungapi Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (Level II) pa…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunungapi Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G Agung ke Waspada (level II) pad…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di Gunung Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pada …
Gunungapi Agung merupakan salah satu gunungapi aktif di Pulau Bali dengan ketinggian 3014 meter dan bertipe strato. Berdasarkan catatan sejarah letusannya, sejak tahun 1800 hingga sekarang telah terjadi 4 kali letusan freatik dan magmatik yaitu pada tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963 (Kusumadinata, 1979). Pola dan sebaran hasil erupsi lampau sebelum tahun 1808, 1821, 1843 dan 1963 menunjukkan tipe…
Pada awal hingga pertengahan bulan September 2017, aktivitas seismik mulai menunjukkan peningkatan secara progresif dengan pola linier. Oleh karena itu, pada 14 September 2017 pukul 14.00 WITA status gunung Agung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi level II (Waspada) dengan zona perkiraan bahaya ditetapkan dalam radius 3 km dari puncak gunung Agung.
Pada 12 Maret 1963, terjadi erupsi aktivitas G. Agung dengan skala VEI 5 dengan tinggi kolom erupsi setinggi 8-10 km diatas puncak G. Agung dengan disertai oleh aliran piroklastik yang menghancurkan beberapa desa disekitar G. Agung dan disusul oleh aliran lahar yang menewaskan setidaknya 1100 jiwa. G. Agung selesai bererupsi pada tanggal 27 Januari 1964 dan menyisakan kawah dengan diameter 500 …
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunungapi Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 Agustus 2017, Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pa…
Peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) terdeteksi di gunung Agung sejak 10 Agustus 2017 yang di ikuti oleh peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) pada 24 Agustus 2017, dan gempa tektonik lokal juga mulai mengalami peningkatan secara konsisten sejak 26 agustus 2017. Peningkatan aktivitas seismik tersebut kemudian mendasari peningkatan tingkat aktivitas G. Agung ke Waspada (level II) pada …
Setelah erupsi terakhir tahun 1963-1964, gunungapi Agung kembali mengalami krisis kegempaan sejak Agustus 2017 dan akhirnya terjadi erupsi di bulan November 2017. Diawali dengan mulai terekamnya gempa-gempa vulkanik Dalam (VA) sejak 11 Agustus 2017, yang kemudian di ikuti oleh peningkatan gempa-gempa vulkanik dangkal (VB) sejak 24 Agustus 2017 dan gempa-gempa tektonik lokal (TL) sejak 26 Agustu…
Berdasarkan catatan sejarah erupsi terakhir terjadi pada tahun 1963 kejadian pada waktu itu erupsinya cukup besar, erupsi eksplosif serta terjadi awan panas yang banyak mengakibatkan korban jiwa, pada waktu itu belum adanya pos pengamatan gunungapi, sehingga informasi ke masyarakat juga belum ada, serta masyarakat tidak mengetahui dalam penyelamatan diri bila terjadi erupsi gunungapi, maka jela…