Ancaman bencana alam geologi sering terjadi di daerah-daerah di kepulauan Indonesia pada umumnya. Khususnya di P. Sumatera ini sering terjadi di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, baik berupa tanah longsor yang sering diikuti dengan banjir bandang, gempa bumi maupun letusan Gunungapi.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun anggaran 1991/1992 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap pertama.
Dalam Pelita IV tahun anggara 1990 - 1991, telah diberangkatkan satu tim pendataan informasi gunungapi dan pengamatan gunungapi Kaba selama 14 hari kerja sejak tanggal 23 Oktober sampai 5 November 1990.
Krakatau termasuk salah satu gunungapi aktif dari sejumlah gunungapi Indonesia yang terletak di laut yakni di Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Jawa. Gunungapi ini menjadi sangat terkenal di seluruh dunia semenjak terjadinya letusan besar berupa paroksisma pada tahun 1883.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Dalam tahun anggaran 1982/1983, Seksi Penginderaan Jauh Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, akan melaksanakan pengecekan data geologi Gunung Salak, Jawa Barat berdasarkan tafsiran cira landsat dan potret udara.
Dalam sejarahnya G. Gede telah mengalami beberapa kali terjadi kegiatan berupa letusan-;etusan baik besar dan menghancurkan maupun hanya letusan asap atau abu
Dalam rangka pengumpulan bahan informasi, sejalan dengan rencana kerja Pelita IV, th.4/1987-1988, melalui rekomendasi dan pengarahan oleh Kepala Sub Direktorat Penyuluhan dan Dokumentasi selaku Staf Pembina Proyek telah dilakukan kegiatan lanjutan pendataan kependudukan berikut pengamatan atas kondisi lingkungan di dalam daerah bahaya gunung api Tangkubanparahu.
Dalam laporan kerja lapangan ini yang kami laporkan adalah pengumpulan data kependudukan yang merupakan tugas tahap II (sebagai lanjutan dari tugas tahap I) di kampung-kampung, desa-desa yang masuk dalam daerah waspada G. Guntur.