Pelaksanaan pengumpulan data informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di Daerah Bahaya dan Waspada G.Marapi yang kegiatannya terus berlanjut. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Tim Pengumpulan Data Informasi G.Marapi di bawah Sub Direktorat Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pendanaannya melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamata…
G.Marapi tipe strato merupakan gunungapi paling aktif di P.Sumatera, dengan tingginya lk. 2891 m dpl. atau Ik. 2000 m dari dataran tinggi Bukittinggi. Secara geografis G.Marapi terletak pada koordinat 0° 22' 47.72" LS dan 100° 28' 16,71" BT (gambar 1 dan foto 2). Kegiatan gunungapi ini diamati terus-menerus baik visual, pemeriksaan kawah/puncak, maupun kegempaan. Secara visual diamati dari d…
Pada bulan Juni 1997 satu Tim dari Direktorat Vulakanologi melakukan pemeriksaan ke G.Anak Krakatau untuk pemantauan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan, setelah G.Anak Krakatau menunjukkan kegiatan letusannya lebih dari empat tahun, yaitu sejak November 1992 kemudian berhenti selama lk 8 bulan pada 1993 (Maret - Oktober 1993) dan berakhir pada Mei 1997. Tinggi letusan berkisar anta…
Laporan ini berisikan sejumlah data kimia batuan Gunung Anak Krakatau dalam bentuk tabel.
Dalam triwulan I anggaran pembangunan Proyek Pengama-tan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1993/1994 Regu Informasi dan Penyuluhan gunungapi diberangkatkan ke G.Kaba selama 15 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 1993 sampai dengan 15 Mei 1993, sebanyak 6 orang bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai bahan informasi. Sehubungan dengan G. Kaba tergolong masih aktif, maka dalam usaha penanggula…
Sebagaimana diketahui, bahwa G. Sorik Marapi yang terletak di Propinsi Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi paling aktif bertipe A, dimana dapat dikenali dari sejarah letusannya yang pernah terjadi sejak th. 1830 dan terakhir letusan pada th. 1986. Bahaya korban tidak begitu banyak tercatat, namun demikian adapula catatan korban secara tidak langsung dalam kejadian pada th 1915, yaitu…
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Yang melatar belakangi pentingnya pengumpulan data dan dokumentasi G. Dempo ini, sehubungan gunung tersebut termasuk dalam klasifikasi Tipe A yang setiap saat akan terjadi letusan, maka perlu dilakukan observasi tersebut di atas sebelum penyeluhan gunungapi dilakukan. Disamping itu rencana kerja inipun merupakan program yang disusun sebelumnya berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Direkto…
Ancaman bencana alam geologi sering terjadi di daerah-daerah di kepulauan Indonesia pada umumnya. Khususnya di P. Sumatera ini sering terjadi di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, baik berupa tanah longsor yang sering diikuti dengan banjir bandang, gempa bumi maupun letusan Gunungapi.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.