Pada tanggal 5 April 1982 G.Galunggung meletus maka Direktorat Vulkanologi dengan segala daya upaya serta kemampuan yang ada dikerahkan untuk memonitor kegiatan selanjutnya oleh para ahli Indonesia maupun luar negri.
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2306, tanggal 2-2-1989, Komar Restikajaya, Sobana Rasid, pengemudi Kosim Al Sukar dan penulis di-tugaskan untuk menentukan/memilih lokasi setasiun Tilting disekitar G. Guntur di Kabupaten Garut Jawa Barat. G. Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunung muncul ditiga dataran tinggi (dataran tinggi Leles, Garut dan sungai Cimanuk).
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Dari tanggal 4 Juli 1988 s/d 23 Juli 1988, L.Djoharman, B.Sc, Komar R. dan pengemudi Kosim Al Sukar ditugaskan ke G. Tangkubanparahu (Jawa Barat) dan G. Lamongan (Jawa Timur), untuk melakukan penelitian dan pengukuran deformasi di kedua gunung tersbut.
Penelitian deformasi di G.Lamongan ini adalah pengukuran jarak dengan menggunakan EDM, sedangkan sifat datar atau leveling yang biasanya dilakukan secara bersamaan kali ini tidak dilakukan.
Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metoda Sifat Datar Teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga beda tinggi antar Bench Mark (BM), dan hasilnya dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya perioda Oktober 1998.
Dalam rangka usaha menekan korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan oleh bencana letusan gunung berapi, maka seksi pemetaan Topografi Sub Direktorat Pemetaan gunungapi dalam tahun anggaran 1999/2000 telah melaksanakan kegiatan pengukuran sifat datar teliti di Gunung Papandayan Jawa Barat.
Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan leveling pada sejumlah titik ukur (Bench Mark) yang terpasang di G. Kelud. Tujuannya adalah untuk mengetahui deformasi yang terjadi pada tubuh gunungapi tersebut dengan cara membandingkan data hasil pengukuran yang telah dilakukan sebelumnya.
Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metode sifat datar teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga dasar beda tinggi antar Bench Mark (BM), guna mengetahui perubahan beda tinggi yang diakibatkan oleh aktivitas gunung api sehingga tingkat kegiatannya dapat dideteksi sedini mungkin.