Sesuai dengan laporan tahunan Direktorat Volkanologi tugas dan fungsi sebagaimana tercantum dalam pembagian pekerjaan bahwa Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi terbagi 4 seksi diantaranya termasuk Seksi Pemetaan Topografi/Deformasi. Untuk pengukuran deformasi selain membuat peta deformasi juga menghasilkan angka - angka untuk dibuat diagram dan profil yang menunjukkan sebagai pendugaan atau ramal…
Di sekitar G. Merapi dipasang 6 stasiun/lokasi di sekitar 4 buah lokasi, sebelah timur 1 lokasi dan sebelah selatan 1 lokasi, jarak dari puncak minimal 2,5 km dan maksimum 6 km. Sedangkan untuk memonitor G. Kelut dengan metode Dry Tilting telah dipasang sebanyak 7 stasiun yang dipasang di lereng sebelah utara dan barat dengan jarak min 1/2 km dan max 7km dari puncak.
Pada tanggal 5 April 1982 G.Galunggung meletus maka Direktorat Vulkanologi dengan segala daya upaya serta kemampuan yang ada dikerahkan untuk memonitor kegiatan selanjutnya oleh para ahli Indonesia maupun luar negri.
Dengan Sppd No. 1400/0441/3402/88 penulis bersama Sdr. L. Djoharman, B. SC dibantu dengan Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi ditugaskan ke Gunung Galunggung dan G. Kelut untuk melakukan pengukuran deformasi ulang setiap 2 atau 4 bulan sekali. Laporan G. Kelut penulis jelaskan dalam bab berikutnya. G. Galunggung dibuat oleh Sdr.Djorhaman, B.Sc.
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2306, tanggal 2-2-1989, Komar Restikajaya, Sobana Rasid, pengemudi Kosim Al Sukar dan penulis di-tugaskan untuk menentukan/memilih lokasi setasiun Tilting disekitar G. Guntur di Kabupaten Garut Jawa Barat. G. Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunung muncul ditiga dataran tinggi (dataran tinggi Leles, Garut dan sungai Cimanuk).
Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan - bangunan pemukiman ataupun bangunan - bangunan penting lainnya yang berada di Daerah Bahaya dan Waspda gunungapi G. Arjuno Welirang.
Sebagai tindak lanjut/kelanjutan dari pengukuran deformasi jarak horizontal Gunung Tangkubanparahu. Maka awal bulan Agustus 1986 dilakukan pengukuran ulang terhadap titik ukur deformasi baik yang mobile maupun yang permanent dengan menggunakan peralatan Range Master III dan distomat (DI 20).
Dari tanggal 4 Juli 1988 s/d 23 Juli 1988, L.Djoharman, B.Sc, Komar R. dan pengemudi Kosim Al Sukar ditugaskan ke G. Tangkubanparahu (Jawa Barat) dan G. Lamongan (Jawa Timur), untuk melakukan penelitian dan pengukuran deformasi di kedua gunung tersbut.
Penelitian deformasi di G.Lamongan ini adalah pengukuran jarak dengan menggunakan EDM, sedangkan sifat datar atau leveling yang biasanya dilakukan secara bersamaan kali ini tidak dilakukan.
Kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di sekitar G. Ciremai yang merupakan gunungapi aktif dan kegiatannya terus berlanjut.