Maksud dan tujuan Pengukuran Deformasi dengan metode sifat datar teliti Gunung Tangkuban Parahu adalah menentukan harga dasar beda tinggi antar Bench Mark (BM), guna mengetahui perubahan beda tinggi yang diakibatkan oleh aktivitas gunung api sehingga tingkat kegiatannya dapat dideteksi sedini mungkin.
Penyusunan data dan informasi sumber daya geologi untuk pengusulan wilayah prospek gas metana batubara (GMB) bertujuan memberikan usulan rekomendasi teknis wilayah prospek GMB. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode inventarisasi, diskusi dan evaluasi terhadap data sekunder dari hasil kegiatan eksplorasi pendahulan propeksi batubara geologi dan geofisika daerah Lemang, Kabupaten Indragiri…
Sistem penyimpanan CO2 dalam batubara merupakan suatu sistem penyimpanan dengan menginjeksikan CO2 ke lapisan (seam) batubara agar CO2 tersebut aman terisolasi dan tidak terlepas ke udara yang dapat menyebabkan pemanasan global atau perubahan iklim. Potensi batubara di Sumatera Selatan umumnya berada pada formasi pembawa batubara yaitu Formasi Muaraenim berumur Miosen Akhir s.d. Pliosen. Formas…
Pengukuran Deformasi Vertikal di G.. Tangkubanparahu dilakukan untuk mengetahui perubahan beda tinggi (arah vertikal) dari sebuah gunung api, guna mengetahui kegiatan di daerah gunungapi serta untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kegiatan suatu gunung api.
G. Sundoro terletak di sekitar kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka penelitian deformasi di Gunung Sunduro ini ditekankan pada dua hal yaitu pengukuran levelling atau sifat datar dan pengukuran EDM atau pengukuran jarak secara elektronik, dimana kedua hal ini dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui adanya perubahan pada tubuh gunungapi tersebut baik perubahan secara lat…
Pemahaman fenomena - fenomena magmatik dan pengawasan gunung - gunung api tidak bisa terlepas dari studi deformasi. Di G.Merapi, gunungapi tipe strato dan kubah lava, yang aktivitasnya tidak berhenti sejak tahun 1992, sehingga dilakukan pengukuran tahunan jaringan GPS sejak bulan Sepetember 1993.
Dalam evaluasi penyelidikan yang dilakukan pada 25 Mei 1998 sampai 23 Juni 1998 ini adalah melakukan pengambilan data beda tinggi antara satu titik tetap terhadap titik tetap yang lain, dengan metoda sifat datar (leveling).
G. Kelut terakhir meletus pada 10 Februari 1990, setelah lebih dari 5 tahun setelah kejadian tersebut, perlu dievaluasi dan didata ulang berbagai aspek yang menyangkut perkembangan pemukiman, pembangunan, dan semua usaha penanggulangan bahayanya.
Penyelidikan deformasi G. Semeru dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang adanya suatu aktivitas suatu gunungapi yang menimbulkan perubahan bentuk tubuh gunungapi dan perkembangan deformasinya juga untuk melengkapi titik - titik ukur yang telah ada sebelumnya di Argosuko agar pemantauan menjadi lebih efisien.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.