Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Berdasarkan parameter kegempaan, mengacu pada harga perioda rata - rata, maka diperkirakan bahwa sumber kantung (pocket) magma G.Slamet berada di kedalaman yang relatif dangkal.
Peta daerah gunungapi merupakan salah satu bahan yang dipergunakan untuk penanggulangan bahaya, karena di dalamnya telah diterangkan hasil berbagai metoda kegunungapian tentang penyebaran dan jenis bahaya yang mungkin timbul oleh kegiatan gunung api tersebut.
Penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Semeru telah dilakukan 8-9 Desember 1986 atas realisasi dana Pelita IV Th - 3/ 1986 - 1987. Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi. Namun berkenaan dengan erupsi G.Kelut 10 Februari 1990 serta adanya pemberitaan pada mess media cetak yang isinya menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya yang berada di sekitar G.Semeru, maka perlu diadakan penyuluha…
Evaluasi akhir keadaan G.Kelut disusun guna menentukan tahap kegiatannya. Evaluasi ini dilakukan sebagai langkah lanjut laporan letusan G.Kelut 10 Februari 1990 yang ditulis oleh Koordinator Tim Vulkanologi G.Kelut pada 27 Maret 1990.
Berdasarkan informasi geologi di sekitar puncak Gunung Raung menunjukkan bahwa pernah terjadi letusan yang cukup dahsyat, dicerminkan oleh endapan piroklastika yang menyelimuti di sekitar lereng atas.
Gunung semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur, yang dari sejarah letusan saja sejak tahun 1818 telah banyak menimbulkan kerusakan maupun korban manusia. Oleh karena itu, salah satu instansi yang menangani usaha penyelamatan oleh gunungapi ialah Direktorat Vulkanologi.
Gunung Kelut terletak di antara Gunung Wilis (+2562 m) dan G. Kawi (+ 2651 m), berderet arah barat daya timur laut di kawasan kabupaten Kediri dan Blitar, Jawa Timur. Tinggi Gunung Kelut hanya + 1731 m di atas muka laut, namun Gunung Kelut mempunyai kawah yang aktif, tidak demikian halnya dengan kedua gunung api lainnya.
Pada bulan Djuni 1961 dari Djawatan Goologi Uru-san Volkanologi dilantjarkan pomorikanan kopuntjak Mo-hamoru Kawah Djonggring Soloko dan penulis borkonan mo-ngikuti rombongan okupodisi jang dipimpin oloh Sdr. A. Djajawinangun (Pangetur Toknik tk.I) diikuti oleh Sdr. I. Soomrja (Djuru Toknik tk.I), Sdr. Bilal (Pongamat Toknik Goologi) Sdr. Keann den Sdr. Sohab masing2 po-kordja Pos U.V. dan 8 or…
Kegiatan G. Merapi tahun 1967 ini diawali oleh awan panas letusan pada tgl.12 djanuari, djam 13.39. Awan panas tersebut mencapai jarak 6 km. dari puncak masuk kejurusan K.Batang