Pemetaan kawasan rawan bencana G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui daerah bahaya gunungai dan daerah rawan terhadap bencana letusan gunungapi, serta untuk mengetahui daerah rawan terhadap aliran lahar.
Morfologi gunungapi Wayang Windu diduga berada pada zona depresi yang tumbuh dan berkembang secara bebas, dimana batas dengan morfologi sekitarnya dipisahkan oleh suatu morfologi yang hampir datar yang diperkirakan sebagai akibat adanya strukur geologi.
Direktorat Vulkanologi Bandung membentuk suatu tim khusus geologi dan laharan untuk melakukan tugas - tugas yang meliputi : pemetaan sebaran awanpanas guguran, perhitungan potensi lahar dan daya tampung K.Boyong, K. Kuning, dan K. Krasak serta pengukuan volume kubah lava dan kegiatan penyuluhan serta gladi lapang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tatanan geologi daerah penelitian sehingga dapat diketahui evolusi pembentukan kompleks Gunungapi Merbabu secara geologi, dengan menggunakan berbagai data yang menunjang berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (analisis foto udara), serta ditunjang dengan analisis laboratorium dan studio.
Pemetaan daerah bahaya G.wilis dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari awal Oktober 1992 s/d awal November 1992, dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000 sebagai peta dasar dan 1 : 100.000, edisi U.S.A.M.S. (FE) yang dikompilasi dari Jawa dan Madura pada 1964.
G.Galunggung merupakan salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat, termasuk wilayah kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Sejak meletus 1982 gunungapi ini tidak menunjukkan kegiatan yang mencolok, aktifitas gunungapi Galunggung dalam keadaan aktif normal. Namun, yang menjadi permasalahan adalah naiknya permukaan air danau kawah kaitannya dengan aktifitas gunung tersebut. Oleh karena itu, Sub Dit Pemet…
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Sub Direktorat Vulkanologi. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Pemetaan daerah bahaya G. Patuha adalah memetakan (menarik batas - batas) daerah bahaya akibat langsung dan tidak langsung jika terjadi letusan besar di Kawah Putih, karena Kawah Putih merupakan kawah aktif/titik letusan terakhir selama sejarah kegiatannya.
Dalam periode Pelita V tahun pertama anggaran 1989 1990. telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Penanggulangan Bahaya Gunungapi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi. Direktorat Vulkanologi ke G. Sumbing Jawa Tengah. Tim Pemetaan terdiri dari Sumarna Hamidi, B.Sc (SPPD No. 202/0441/3402/89), Ato Djuhara (SPPD No. 203/0441/3402/89). Agus Martono (SPPD No. 204/0441/3402/8…