Penanaman kabel bawah tanah ini dilakukan untuk seismograf jaringan tripartit menggantikan kabel yang lama dan memindahkan transduser ke tempat yang baru yang diperkirakan jauh dari gangguan setempat.
Pemasangan tugu/pilaar di lokasi Pos tersebut, telah dilaksanakan pada awal tahun 1982, dengan ukuran pondasi : dalam 1, - m dan lebar 1, m2, sedang tingginya 1, - m dari dasar tanah dan lebar 30 cm x 30 cm.
Gunung Kelut (+ 1931) yang terletak dibatas Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang (Jawa Timur) pada posisi geografi 7'56 lintang selatan dan 112'18'30" Bujur Timur adalah salah satu gunung berapi berdanau kawah yang masih aktif.
Pemasangan Seismograf MEQ-800 dengan sistim telemetri di Pos Pengamatan G. Sundoro, dilakukan dengan tujuan meningkan sarana peralatan seismograf yang telah ada. Disamping untuk mengganti seismograf yang lama karena sering trjadi kerusakan pada sistim kabel lapangan.
G.Kelut (+ 1731 m) termasuk salah satu dari 79 gunungapi aktif yang berbahaya di Indonesia. Nilai Derajat Bahayanya 87, dari 100 yang maksimum. Letaknya di Jawa Timur, di batas antara Kabu-paten Kediri-Blitar-Malang. Kediri dan Blitar merupakan kota-kota besar di sebelah baratlaut dan baratdaya G.Kelut.
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2306, tanggal 2-2-1989, Komar Restikajaya, Sobana Rasid, pengemudi Kosim Al Sukar dan penulis di-tugaskan untuk menentukan/memilih lokasi setasiun Tilting disekitar G. Guntur di Kabupaten Garut Jawa Barat. G. Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunung muncul ditiga dataran tinggi (dataran tinggi Leles, Garut dan sungai Cimanuk).
Metoda deformasi sejak dua tahun terakhir ini diterapkan secara intensif sebagai metode monitoring di G.Merapi, yaitu dengan penerapan beberapa teknik pengukuran, seperti pengukuran EDM sejak 1988, tiltmeter, ekstensometer, dan GPS (Global Positioning Systems).
Sebagai tindak lanjut dari pencarian lokasi titik ukur ungkit kering terdahulu (lap.No.11/DV91), telah dilaksanakan pemasangan bensmark sebanyak 6 buah di lokasi sekitar Gunung Gede yang masing - masing terdiri dari 3 titik ukur ungkit kering oleh penulis bersama tim dalam bulan September 1990 dengan SPPD No. 998 s/d No. 1005/3402/1990.
G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut
Gunung Tambora merupakan gunungapi aktif tipe strato berbentuk kaldera, terletak di Jazirah Sanggar, Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8° 15' Lintang Selatan, 118° 00' Bujur Timur. Dan tinggi di atas muka laut 2851 m (Atlas Trop. Nederl. lembar 27). Untuk memantau kegiatan gunung tersebut, telah dibangun Pos Pengamatan di Dusun Doropeti, Desa Pekat, Kec. P…