Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertam…
G. Iya dipantau/diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi, yang terdapat 5 km sebelah utara G. Iya, tepatnya di Jalan Ikan Paus, Ende. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun kegempaan. Pengamatan kegempaan dilakukan dengan seperangkat seismograf model PS-2 bersistem telemetri.
Pengamatan kegiatan G. Banda Api dilakukan dari Pos Pengamatan di Neira, pemantauan meliputi visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu solfatar/fumarola dan kegempaan, disamping penelitian lainnya yang dilakukan secara temporer. Sedangkan pengamatan aktifitas seismik G. Banda Api dimulai sejak 1970 menggunakan satu set seismograf mekanik "Spindler dan Hoyer" yang ditempatkan di Colombo, lereng…
Pengamatan visual dilakukan dari Pos PGA di Harubala dari sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 14 September 1998, puncak G. Ili Boleng pada umumnya tampak jelas kecuali pada sore hari kadang - kadang tertutup kabut tipis. Hembusan asap solfatara dipuncak tidak terlihat. Sedangkan pengamatan gempa G. Ili Boleng dilakukan dengan menggunakan 1 unit seismograf elektromagnet Hosaka sistim …
Selama pengamatan dari Pos PGA Ropa maupun dari P. Palue pada bulan September 1998 puncak G. Rokatenda pada umumnya tampak jelas, jarang tertutup kabut. Hembusan asap solfatara putih tipis dengan ketinggian lk. 30 m terlihat dipuncak. Sementara itu, setelah peralatan seismograf diperbaiki, tidak diperoleh data gempa, yang tercatat hanyalah getaran lain, seperti pohon tumbang dan lain sebagainya.
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
Pengamatan kegiatan G. Sirung telah dilakukan sejak Agustus 1994, Pos PGA G. Sirung lokasinya terpencil, transportasi umum dari Labuhan Baranusa ke Pos Pengamatan belum ada. Sehingga untuk kelancaran kebutuhan Pos Pengamatan sering terlambat dalam perjalanan keluar maupun masuk ke P. Pantar. Sebaiknya untuk kelancaran operasional Pos Pengamatan G. Sirung, Direktorat Vulkanologi perlu melakukan …
Seismograf di G. Egon sejak dipasang pada Mei 1995 beroperasi dengan baik, tetapi sejak Januari 1996 hingga awal Mei mengalami kerusakan sehingga data yang diperlukan hilang, setelah dilakukan perbaikan pada Mei 1996, seismograf berfungsi kembali dengan baik. Rekaman gempa di G. Egon umumnya didominasi oleh gempa tektonik jauh yang rata - rata tiap bulannya merekam sebanyak lebih dari 100 kejad…
Pengamatan aktifitas G. Sirung dilakukan secara menerus sejak tahun 1994, setelah dibangunnya Pos Pengamatan. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa bumi. Pengamatan sehari - hari dilakukan oleh petugas setempat yang hanya terdiri 1 orang.
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi yang keberadaannya tidak diduga, karena muncul dari gunungapi tua yang tidak aktif ribuan tahun, serta terdapat diantara dua bukit yaitu Pocok Ranakah dan Pocok Mandasawu. Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi di Kampung Poka. Pemeriksaan puncak yang dilakukan pada 26 Juli 1997 dimaksudkan untuk mengetahui perubahan - perubahan yang terjad…