Komplek Lokon merupakan Gunungapi Tipe A berbentuk strato terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, masing-masing Puncak tertinggi G. Lokon yaitu 1580 m dml, sedangkan pucak G. Empung berketinggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif dan pusat vulkanisme Gunungapi Lokon saat ini. Dil…
G. Tangkoko merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di wilayah berpenduduk di setiap sisinya. Unit pemukiman, lahan pertanian dan kota administratif serta pelabuhan penting terdapat disekitar gunungapi ini. Oleh karena itu perlu dilakukan verifikasi Peta Kawasan Rawan Bencana gunungapi Tangkoko.
Akhir-akhir ini kegiata G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan areal…
Karena letusan 1898, Una-Una terkenal sebagai gunung-api kerja, kira-kira 2,8 km. dari pantau,kurang lebih 118 m dpl. Banyak batang-batang kaju mengarang dan tungguk2-njapun masih berapu, warnanja abu2 amat halus, bulat2 sudah terbakar hangus. Terddapat pasir lepas lebih kasar, lebih banyak pecahan-pevahan batu. PAda jarak 4 km dari pantai (220 m. dpl).
Dari tanggal 28 Januari sampai 12 februari 1952 oleh Dinas Gunung Berapi yang kantornya berkedudukan di Bandung, diadakan ekspedisi untuk memeriksa gunung-gunung api dari Sulawesi Utara, kepulauan Sangihe dan Talaud, Ternate Halmahera dan Kepulauan Banda lengkungan bagian dalam
Sesuai informasi dari Direktorat Vulkanologi. sampai menjelang akhir September 1980 Gunung api Karangetang masih terus dalam keadaan bekerja, belum mereda karenanya tingkat kewaspadaan tinggi aparatur pemerintah daerah yang sudah ada itu untuk sementara waktu masih tetap perlu
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari
In January ash eruptions accompanied by strong detanations took place 3x, viz. on the 15th, 21.00 loc time on the 17th 06.05 loc time and on the 21st 17.55 loc time. Rumblings were often heard, sometimes lasting for several hours. Glares could be observed at night. The mechanical "Spindler & Hoyer" observatory seismograph with horizontal component recorded 30 earthquakes incl 16 felt.
Dareah bahaya, lingkaran jari-jari 5 km dari titik letusan, termasuk kampung-kampung: ULU letak pada garis perbatasan. Dari situ melingkar terus ke Timur, Utara dan Barat, sehingga sampai di kampung PENA. Semua kampung-kampung di kaki gunung api ada dalam daerah bahaya
Karakter erupsi Gunungapi Inelika bersifat eksplosif atau efusif, letusan biasanya tidak berlangsung lama. Catatan sejarah letusan awalnya diketahui pada tahun 1905 dan baru terjadi letusan kembali pada tahun 2001. Pada tahun 1905 terjadi letusan eksplosif yang berlangsung selama 5 jam, letusan tersebut bersifat semi magmatik dengan material vulkanik melanda ke daerah timur laut.