Gunungapi Anak Krakatau andesitik (ketinggian puncak 315 m) berada di Selat Sunda yang merupakan daerah tektonik aktif berupa ekstensi arah barat-timur yang termasuk bagian sistem subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktifitas G. Anak Krakatau tahun 2007, pertama kali ditandai dengan keluarnya asap putih kelabu setinggi 200 meter pada tanggal 23 Oktober 2007 sekitar pukul 16 WIB. Kejadi…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali suatu ancaman bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakatau dan m…
Letusan gunungapi mempunyai dampak posisit maupun negatif terhadap kehidupan manusia sehingga sudah sejak lama penelitian kegunungapian dilakukan para ahli. Damapk negatif berupa hilangnya jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan, menjadikan gunungapi sangat penting untuk dipelajari terutama bagaiman melakukan mitigas bencana letusan gunungapi. Penelitian mengenai mekanisme yang mem…
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif yang kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguran pada kubah lavanya. Gunungapi tipe strato ini terletak di kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dalam sejarah kegiatannya G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari kawah Utama, kemudian berturut-turut terjadi dari tempat yang sama pada tahun 1786, 183…
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif yang kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguran pada kubah lavanya. Gunungapi tipe strato ini terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dalam sejah kegiatannya G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari kawah Utama, kemudian berturut-turut terjadi dari tempat yang sama pada tahun 1786, 1833,…
Gunungapi Agung merupakan salah satu gunungapi aktif di Pulau Bali dengan ketinggian 3014 meter dan bertipe strato. Berdasarkan catatan sejarah letusnnya, sejak tahun 1800 hingga sekarang telah terjadi 4 kali letusan freatik yaitu pada tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963. Pola dan sebaran hasil erupsi lampau sebelum tahun 1808, 1821, 1843, dan 1963 menunjukkan tipe letusan yang hampir sama.
Gunungapi Tambora merupakan gunungapi aktif Tipe A yang terdapat di bagianutara P. Sumbawa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letusan dahsyrat (paroksimal) G. Tambora pernah terjadi pada tanggal 10-12 April 1815 hingga menyisakan morfologi strato terpancung seperti sekarang ini dengan puncak tertinggi 2851 mdpl dan membentuk sebuah kaldera berdiamteri 6x7 km.
G. Batur merupakan gunungapi aktif tipe A yang secara administratif terletak di Provinsi Bali. Wilayahnya meliputi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Bangli dan Singaraja. G. BAtur dan terutama sistem kalderanya sudah lama menarik para ahli geologi gunungapi untuk meneliti dan mengngkapkan fenomena geologi yang terjadi terutama dalam mekanisme pembentukan kaldera.
Gunungapi Batur merupakan gunungapi aktif yang sewaktu-waktu dapat meletus. Berdasarkan sejarah, kegiatan letusan G. Batur mulai diketahui 1804 dan terakhir meletus tahun 2000. Sejak tahun 1922 periode istirahat letusan G. Batur dominan pendek yaitu 1 tahun hingga 3 tahun, kecuali letusan tahun 1963 dan tahun 1994 dengan waktu istirahat masing-masing 37 tahun dan 20 tahun.
Gunungapi Guntur dengan tinggi puncak 2249 m diatas muka air laut rata-rata di kawah puncaknya memiliki kerucut-kerucut yang merupakan titik-titik erupsi masa lalu. Setelah erupsi terakhir pada tahun 1840 - 1847, berupa aliran lava dan lontaran piroklastik, G. Guntur sudah 166 tahun belum mengalami erupsi lagi. Pada tanggal 2 April 2013, status kegiatan G Guntur dinaikkan.