G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut.
G.Kelimutu dan G.Lewotobi termasuk gunungapi aktif di P.Flores. G.Kelimutu tubuhnya dibangun oleh endapan piroklastik hasil len-1 tusan eksplosif dan leleran lava yang efusif, mempunyai struktur berlapis, termasuk kedalam tipe strato. Lerengnya berkembang ke arah timur dan dibagian puncak terdapat 3 buah danau kawah dengan warna air yang berbeda. Luas ketiga danau tersebut kira-kira 1.051.000 m…
Evaluasi kegiatan G. Batur tahun 1995 terutama didasarkan pada hasil pengamatan visual dan kegempaan yang dilakukan dari Pos PGA G. Batur di Penelokan. Secara visual kegiatan G. Batur sampai dengan akhir 1955 masih ditandai dengan adanya letusan dan hembusan yang teramati pada bulan Januari, Maret, dan Mei 1955. Tinggi asap letusan mencapai lk 300 m di atas pusat letusan.
Berdasarkan sejarah letusan, aktifitas vulkanik (purna kaldera) G. Rinjani terjadi di dalam kaldera dengan menghasilkan G.Barujari dan G.Rombongan. Pereoda istirahat letusan antara 3 - 29 tahun. Produk erupsi G.Barujari dan Rombongan adalah endapan leleran lava dan jatuhan piroklastik, hal ini menunjukkan bahwa sifat erupsinya adalah esplosif dan efusif.
Tujuan penyelidikan kimia gas dan air adalah untuk mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari metoda pengukuran lain terhadap gunungapi dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi. Penyelidikan kimia gas dan air diharapkan dapat memberikan gambaran tentang komposisi kandungan gas dan air yang dilepask…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Dit. Pemetaan gunungapi dalam tahun anggaran 1995/1996 sesion satu melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Batur di Pulau Bali. Tujuannya yaitu untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Batur yang baru setelah terjadi letusan bulan Agustus 1994 guna menunjang berbagi disiplin ilmu khususnya dilingkungan Direktorat Vulkan…
Pemetaan topografi di G.Barujari (G.Rinjani) yaitu untuk mendapatkan peta situasi topografi puncak yang baru guna menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna peramalan letusan Gunung Barujari dilingkungan Direktorat Vulkanologi, serta mengevaluasi perubahan topografi akibat letusan di tahun lalu.