Pemetaan geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan sesuai dengan Rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, dalam Repelita III tahun II, Pemetaan ini diprioritaskan berhubung permasalahan di Komplek Gunungapi belum terungkapkan secara jelas.
Dalam rangka pembikinan dan pengukuran kelandaian tugu tetap disekitar daerah G. Kelut dan G. Merapi, maka : Pada tanggal 10 Desember 1979, rombongan yang terdiri dari 4 orang tenaga akhli gunungapi Amerika dan 5 orang karyawan Direktorat Vulkanologi, yang terdiri dari Bapak Suratman. B. Sc., Olas. B. Sc., Komar. R., Rochanan dan penulis sendiri, berangkat menuju ke Yogyakarta. Rombongan yang t…
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang di anggap berbahaya di Indonesia. Mencegah agar suatu gunungapi tidak meletus tidak mungkin, oleh kare- na itu salah satu usaha adalah meramalkan kapan kira-kira akan terjadi letusan. Dalam peramalan ini sangat diperlukan data semua gejala yang ada hu bungannya dengan kegiatan gunungapi tersebut, antara lain hasil kegiatan seismi…
Dataran tinggi Dieng yang dianggap sebagai kumpulan gunungapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi. Disamping itu daerah ini terkenal pula sebagai daerah wisata dengan adanya candi - candi purba.
Pada tanggal 22 November 1976, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian sebelah timur dan selatan selama 20
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Dalam melaksanakan pekerjaan ini cukup banyak rintangan. Rintangan - rintangan tersebut diantaranya pekerjaan ini dimulai pada musim hujan. Selain itu, kabut lapangan yang cukup tebal dan hutan - hutannya yang sukar untuk dirintis. Pekerjaan ini tidak dapat dimulai dari VQ IV (puncak G.Merapi), karena K. Boyong ini kalau ditelusuri dari puncak sukar untuk didapatkan lembahnya.
Pemeriksaan G.Sleamet berupa pengukuran suhu dan melihat keadaan kawah untuk mengetahui kegiatan gunungapi pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya. Adapun alat yang dipakai dalam pemeriksaan ini diantaranya sebuah teropong, dua buah thermometer maksimum 400'C, kompas dan peta topografi kawah G.Selamet
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).