Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang mempunyai intensitas pertumbuhan cukup tinggi. Gunungapi ini terletak di tengah Selat Sunda (Gambar 1) dan terletak di dalam satu garis daerah lemah antara P. Panaitan, Krakatau, Sebesi, dan G. Rajabasa. Pulau-pulau ini terbentuk akibat kegiatan vulkanik.
Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.
Gunung Dempo merupakan gunungapi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, Prov. Sumatera Selatan, hanya sebagian kecil yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Muna, Bengkulu. Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Dempo pada bulan Juni/Juli 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL.
Untuk memantau kegiatan Gunung Kerinci secara kontinyu, dilakukan dengan cara visual maupun dengan pemantauan kegempaan menggunakan seismograf dari Pos Pengamatan gunungapi Kerinci di Desa Kersik Tua - Sungaipenuh (Foto-1). Hasil dari pemantauan tersebut selanjutnya setiap hari di laporkan ke Direktorat Vulkanologi di Bandung melalui SSB.
Letusan G. Galunggung dapat mengakibatkan bahaya primer yakni bahaya langsung pada waktu letusan terjadi dan bahaya sekunder yakni bahaya sebagai akibat setelah letusan.
Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2.911 m terletak di dua Propinsi, yaitu Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta.
G. Merapi (2911 m) yang terletak di dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Indonesia. Kepadatan penduduk di sekitarnya menyebabkan nilai bahayanya menjadi relatif sangat tinggi.
Evaluasi lahar ini disusun sebagai kelanjutan hasil pertemuan unsur SATKORLAK PBA Tingkat I Jawa Barat yang diadakan hari Selasa tanggal 9 Agustus 1983 di Ruang Sidang Gedung Sate, Jln. Diponegoro 22, Bandung. Pada waktu itu penulis ditunjuk mewakili Direktur Direktorat Vulkanologi. Materi tulisan ini pada dasarnya telah diungkapkan dalam pertemuan tersebut, namun beberapa informasi ditambahkan…
Berdasarkan surat undangan Ketua Umum Satgas Sus Galunggung Propinsi Daerah Tk.I Jawa Barat, tanggal 22 September 1983 No 07/UND/BINS OS/83 dan sesuai dengan disposisi Direktur Direktorat Vulkanologi No 520/Petapi/IX/83, tanggal 24 Sep- tember 1983, maka pelapor ditunjuk untuk menghadiri pertemuan tersebut yang diadakan pada hari Rabu tanggal 28 September 1983, bertempat di Ruang Kerja Assisten…
G. Galunggung merupakan salah satu gunungapi yang meletus setelah masa istirahat yang sangat panjang, yaitu 64 tahun.