Maksud proyek 1977-1978 ini adalah untuk memperluas proyek sebelumnya, yakni proyek 1976-1977. Proyek yang terakhir ini bertujuan membuat sistem telemetri (Kawah Gunung Kelut - Margomulyo) untuk mengukur sebuah variabel saja yakni suhu pada titik dekat outlet air kawah Gunung Kelut.
Maksud pengukuran suhu danau kawah Kelut adalah untuk mengetahui penyebaran panas di danau secara keseluruhan (di muka danau, di dasar danau dan di daerah batang tubuh), dan langkah berikutnya untuk menetapkan tempat-tempat pengukuran suhu di dasar danau untuk kemudian hari dilakukan secara teratur setiap bulan.
Pekerjaan pertama adalah memeriksa keadaan sekitar muka terowongan Lahar Badak (Outlet) tgl. 6 Mei 1978. Waktu pemeriksaan jam 09.35. Cuaca agak mendung, suhu udara 28°C, suhu air 33°C. Warna air jernih, tercium bau busuk disekitar tempat ini. Suara air di "outlet" sangat keras. Sayap (tembok) sebelah selatan roboh, tergeletak dibawah "outlet", dan banyak potongan batang batang kayu dan bambu…
Kubah lava tampaknya semakin besar. Asap solfatara woro dan gendol tampak putih tipis, kadang - kadang agak tebal berwarna kekuning - kuningan, tekanan gas lemah, tinggi asap ik. 250 - 600 meter dari puncak.
Sehubungan dengan banjir (lahar) di daerah Perkebunan Gambar yang merusak 15 ha daerah perkebunan, dan 60 buah rumah terlanda diantaranya 4 rumah hanyut dan 7 rumah tertimbun pasir sehingga diadakan pemindahan rumah secara lokal, maka beberapa orang petugas ditugaskan ke daerah tersebut dari tgl. 10-12-76 s/d 23-12-76.
Letusan gas masih sering terjadi dengan tinggi asap letusan 200 - 700 meter dari puncak, berwarna putih kecoklatan. Letusan agak meingkat jumlahnya dibandingkan dengan bulan lalu, tetapi guguran lava agak menurun jumlahnya.
In january thin white smoke was enmitted with pressure. A medium scale discharge of smoke until 75 meters above the craterrim took place once and was repeated 4 x during february.
Pada tanggal 8 September 1974, satu team yang berjumlah 5 orang terdiri dari dua orang Seksi Petapi, 2 orang dari Labolatorium Kimia Mineral dan 1 orang lagi di Cabang Dinas Volkanologi Yogyakarta telah mengadakan pendakian ke puncak kawah Gunung Merapi di Jawa Tengah.
Except by the already quite quickly after-supply of water in the crater established calving off of the craterwall, the topography of the crater and therefore the correctness of the calculation of the supplied water was much more seriously hindered by a small eruption in the craterlake, which took place in the night of December6 to 7, 1928 (The big eruption lasted May 1920, 1919. Translater).