Dalam rangka usaha menekan korban jiwa dan harta benda yang diakibatkan oleh bencana letusan gunung berapi, maka seksi pemetaan Topografi Sub Direktorat Pemetaan gunungapi dalam tahun anggaran 1999/2000 telah melaksanakan kegiatan pengukuran sifat datar teliti di Gunung Papandayan Jawa Barat.
Inventarisasi potensi wisata G. Papandayan dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang objek wisata yang terjadi karena proses vulkanisme dan sudah dikenal, disamping itu objek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunungapi Papandayan dan sekitarnya yang termasuk dalam Kabupaten Garut. Penyelidikan dimulai tanggal 19 Mei - 14 Juni 1995, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang berada di Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, pada Tahun Anggaran 1995 - 1996.
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Laporan Proyek tahun 1989/1990 dari Sub Direktorat Analisa Gunungapi merupakan hasil kegiatan pembangunan Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi tahun anggaran 1989/1990 yang dilakukan oleh para pelaksana proyek di Seksi Vulkano Fisika, Seksi Petrokimia, dan Gas, Seksi Instrumentasi dan Metoda Terpadu Gunung Merapi.
Peta daerah gunungapi merupakan salah satu bahan yang dipergunakan untuk penanggulangan bahaya, karena di dalamnya telah diterangkan hasil berbagai metoda kegunungapian tentang penyebaran dan jenis bahaya yang mungkin timbul oleh kegiatan gunung api tersebut.
Gunung Guntur, Papandayan dan Galunggung termasuk dalam klasifikasi gunungapi aktif tipe A, yaitu gunungapi yang pernah terjadi letusan magmatik setelah 1600 Masehi. Gunungapi tersebut terletak di Provinsi Jawa Barat.
Pada tgl. 12s/d, 15 djuni 1970 penulis telah ditugaskan kembali jang kedua kalinya untuk membantu Kasi peneltiain gunung api dalam rangka penyelesaian pemetaan daerah bahaya gunung Papandayan uang seteliti mungkin.
Pada tahun 1978 di sekitar kawah G. Papandayan telah dilakukan pengukuran oleh Sdr. Samud W., Ato Djuhara, dan Agus Karim namun pekerjaan ini tidak berlanjut dikarenakan beberapa hal. Sedangkan untuk membuat peta situasi yang memadai guna menunjang peta daerah bahaya yang dibuat oleh Sdr. P. Kasturian, Samud W., dan A Djadja Sumpena pada tahun 1985, peta situasi ini baru dapat menyajikan kira k…
Dalam laporan kerja lapangan ini masih menitik beratkan pada kegiatan pengadaan data informasi sebagai bahan untuk penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang terletak didalam Daerah Bahaya dan Daerah Waspada G. Papandayan.