Untuk melengkapi dan menyempurnakan peta ini telah ditugaskan satu regu pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi untuk melakukan pemetaan kembali beberapa daerah yang masih meragukan dan melakukan pemetaan terhadap beberapa daerah yang belum terpetakan pada tahap pertama, terutama di daerah bagian puncak G.Slamet.
Pekerjaan ini sebagai kelanjutan dari pekerjaan Sdr. A.R. Sumailani, pada tahun 1982 - 1984. Pada Juni - Juli 1984 A. Karim dan saya ditugaskan untuk melanjutkannya pekerjaan ini selama 30 hari dengan Sppd No. 615/P/84 dan no. 616/P/84
Daur kegiatan baru.G. Merapi diawali oleh letusan gas yang mengakibatkan longsornya kubah lava lama pada 13 Juni 1984. Dua hari ke- mudian letusan yang lebih besar terjadi disertai awan panas letusan yang meluncur ke arah barat sejauh lk. 7 km. Abu letusan tersebar ke arah utara, sampai di Semarang. Sejak Mei 1984 telah tampak adanya kegiatan gempa vulkanik dalam (tipe A), meskipun belum nyata.…
Dalam tahun anggaran 1983/1984, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi merencanakan akan melakukan pemetaan geologi G.Raung dan sekitarnya di Provinsi Jawa Timur, karena penelitian yang membahas tentang stratigrafi dan aspek geologi lainnya yang khusus hasil endapan gunungapi Raung belum ada yang melakukan.
Pada tanggal 5 April 1982 G.Galunggung meletus maka Direktorat Vulkanologi dengan segala daya upaya serta kemampuan yang ada dikerahkan untuk memonitor kegiatan selanjutnya oleh para ahli Indonesia maupun luar negri.
Bom gunungapi skoria dan lapili letusan April - November 1982 mengandung ragam plagioklas, piroksen ortho, piroksen clino, olivin dan magnetit.
Seksi Petrologi gunungapi pada Sub Direktorat Labora torium Gunungapi yang berkecimpung dalam pemeriksaan dan penyelidikan Petrologi Gunungapi sejak akhir tahun 1981 lebih tepatnya 6 bulan menjelang meletusnya G.Galunggung, telah melakukan pekerjaan tersebut.
Dalam bulan November ini telah dilakukan perbaikan terhadap perangkat unit battery yang di G. Malang karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata sel bettery kering ada yang rusak, dan hal ini bisa menyebabkan pedeteksi kemagnetan tidak sempurna.
G.Guntur adalah gunungapi paling giat di Jawa, ia menempati nomor 2, sedangkan nomor 3 diraih G.Merapi. Meskipun gunung ini menjulang tidak lebih dari 3930' di atas dataran Garut, ia sangat ditakuti penduduk, kawahnya yang bergerigi setiap tahun jarang beberapa kali absen, dibarengi suara bergemuruh melontarkan abu, pasir, dan batu, dan menutupi dataran hijau sekitarnya dengan itu.
Laporan ini merupakan kumpulan ihtisar kegiatan gunungapi di Jawa dan Sumatra. Penyusunannya mengalami kelambatan karena adanya beberapa hambatan diantaranya penghitungan gempa, anali-sa gempa dan pengumpulan datanya