Dari data pengamatan visual dan pendakian menunjukkan bahwa kegiatan vulkanik G. Leroboleng tidak tampak dari permukaan yang tampak adalah hutan yang lebat dan ladang yang subur. Mungkin banyak orang termasuk penulis berpendapat bahwa G. Leroboleng sudah tidak aktif lagi atau sedang beristirahat panjang karena sudah tidak menunjukkan kegiatannya. Namun, dari data kegempaan menunjukkan terdapat …
Kegiatan vulkanik G. Kelimutu diamati secara terus menerus dari sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Kp. Kolorongo lk 3 km (jarak datar) dari puncak. Pengamatan dilengkapi dengan metoda gempa/seismik dengan jenis seismograf Hosaka satu komponen. Kegiatan vulkanik G. Kelimutu dalam Juni 1996 aktif normal, setelah pada April - Mei 1996 meningkat yang ditandai oleh perubahan warna air Danau Kawa…
Dalam Anggaran tahun 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak berfungsi baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktrorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan/penyempunaan perangkat seismograf. Tujuan ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak. tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Dalam melaksanakan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah melakukan suatu survey magnetik di gunungapi ini dan sekitarnya dalam bulan Juli - Agustus 1996. Laporan ini berisikan kegiatan survey, data yang dihasilkan, dan sedikit diskusi tentang hasil survey.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.
Pemetaan geologi foto di daerah G. Inelika bertujuan untuk menentukan gambaran secara umum tentang kondisi geologi yang berkembang di daerah tersebut, terutama mengenai morfologi, stratigrafi, struktur geologi dan evolusi/sejarah geologinya, dengan harapan hasil penelitian ini dapat menunjang penelitian detail selanjutnya, terutama dalam pemetaan geologi gunungapi, pemetaan daerah bahaya gunung…
Survey gayaberat ini dilakukan dengan menggunakan sebuah gravimeter Lacoste & Romberg tipe D117. Agar nilai pengukuran memiliki suatu sistem acuan, maka dibuat suatu Stasiun Basis (BS) di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) daerah Waipukang. Nilai gayaberat di BS ini telah diikatkan ke Jaringan Gayaberat Nasional di Bandar udara Ngurahrai Bali, yang sudah terikat pula ke jaringan internasional (IGSN…
Pengumpulan data dan informasi G.Iya di lapangan dititik beratkan pada pendataan kependudukan di daerah bahaya untuk menghadapi letusan yang akan datang. Selain itu, pengumpulan data antara lain : data letusan masa lampau, jenis - jenis bahaya yang ditimbulkan oleh G. Iya, daerah - daerah yang pernah dan mungkin akan terlanda lagi, kampung - kampung di daerah bahaya, arah dan tempat pengungsian…
Pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui perkembangan akhir aktivitas gunungapi tersebut maupun perkembangan wilayah di sekitar G. Kelimutu. Pendataan yang utama adalah masalah kependudukan, terutama yang berada didalam daerah yang termasuk bahaya primer dan sekunder, lahan usaha serta jalur - jalur sebaran hasil erupsi terdahulu yang biasanya melalui lembah ataupun sungai.