Kunjungan ke G. papandayan dan G. Galunggung dimaksudkan untukmengetahui kegiatan volkanis dari kawah-kawahnya. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 24 s/d 25 April di G. Papandayan dan tanggal 27 s/d 28 April di G. Galunggung.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, H. 83) merupakan kerucut paling selatan dari suatu deretan Gunung api. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah dari tempat.
Menurut Neumann Van Pandang (1951) merupakan kerucut paling Selatan dari suatu deretan gunungapi. Pipa kawah letusannya beberapa kali berpindah - pindah tempat.
G. Papandajan merupakan salah satu dari padanja, dan karena pula mudah dapat ditjapai dari Bandung, dapat pula dilakukan pe-nindjauan2 singkat terhadapnja. Ponindjauana ini dilakukan oleh Sdr. Samud Wikartadipura (djuru ukur) dan diantar oleh Sår. Hadis III dengan Landrover merah D-2782, sedang sebagaimana biasa penulia mengikutinja terutama sebagai djuru potret
Naar aanleiding van de hooge tamperaturen, die in de eerate helft van Februari 1934 in de Kawah as van den Papandajan sijn gemeten, werd ik op 18 Februari or been gezonden on den toestand na te gaan.
The Papandajang, situared in the Western part of the District Cheribon, in the province of Suka-pura, was formerly one of the largest volcanoes of the Island, but the greatest part of it was swallowed up in the earth, after a short but very severe combustion in the year 1772.
As mentioned, during the observation, extensive temperature observations were carried out. From this on the first place appeared, that within the crater groups of solfatara's and hot springs can be distinguished, which temperature strongly varied. The distribution of the temperatures is for a fixed day (September 2, 1924) given on Plate II. We see from this, that the highest temperature occurre…
The eruptions, which in the course of 1924 took place in Kavah Baru, were all of relative short duration. In many cases the activity was restricted to the geyserlike spouting-up of mud from one of the crater openings, which in the course of 1923 were born. Sometines also new craterlats were formed, or except mud also stones were ejected. Naturally the gaspressure at lastnaned eruptions was much…
Peningkatan Kegiatan G. Papandayan terakhir terjadi bulan September 1997 yang lalu, yang diitandai dengan peningkatan jumlah gempa - gempa gunungapi tipe A atau tektonik lokal. Dari hasil pemantauan visual, terjadi hembusan asap yang cukup kuat serta pula peningkatan suhu sekitar 1 derajat C.
G. Papadayan terletak 70 km sebelah tenggara Bandung pada posisi geografis 7'19' LS dan 107' 44' BT, dengan ketinggian 2665 m diatas muka laut. Maksud dari penyelidikan magnetik G. Papandayan dan sekitarnya adalah untuk menyusun peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia.