Penulis ditugaskan oleh Proyek Penyelidikan Pengamatan gunungapi Direktorat Vulkanologi untuk mengadakan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara kawah Ekoma G. Tangkuban Parahu dengan SPPD. No.1505/P/84
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Pada tanggal 9 Februari 1975 jam 11.45 lebih dari 33 detik terjadi gempa bumi di daerah Sukabumi dan sekitarnya akibat tersebut banyak bangunan - bagunan yang rusak retak - retak bahkan ada yang roboh pula.
G. Gede merupakan gunungapi tipe strato yang terletak pada posisi geografi 6°47' L.S dan 106°59' B.T, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Ketinggian dari muka laut : 2958 m (Atlas Trop. Neder). Pengukuran suhu solfatara serta pemeriksaan kawah dilakukan secara rutin oleh petugas Pos PGA Gede di Ciloto.
G. Lamongan merupakan gunungapi aktif yang mempunyai banyak Maar, yaitu sebanyak 27 buah maar yang tersebar di sekeliling nya dan sebagaian besar terisi. Penduduk setempat menamakan Maar yang berisi air tersebut ranu.
Pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara/fumarola di kawah G. Gede adalah dalam rangka realisasi pelaksanaan tugas Triwulan I, Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api tahun 1985/86, wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat. Selain dari pada itu untuk mengetahui sampai dimana tingkat kegiatannya dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Gunung Ciremai terletak di Jawa-Barat termasuk Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka pada posisi geografi 6° 53 lintang Utara dan 108 25 lintang Selatan dengan ketinggian 3.070 m dari permukaan laut dan tergolong pada kwalifikasi tingkat kegiatan tipe A/strato.
G.Sumbing pada waktu pemeriksaan masih tetap normal. Asap solfatara pada umumnya putih tipis dengan tekanan gas lemah, ketinggian asap maksimum 10 m dari permukaan dan minimum 4 m. Suhu solfatara tercatat minimum 90'C dan maksimum 110'C, sedangkan suhu air panas di dasar kawah terukur minimum 75'C dan maksimum 87'C.
Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 1984. Pemeriksaan kawah serta suhu dapat dikatakan kurang menguntungkan, karena faktor cuaca yang sulit diramal. Di samping itu juga karena adanya kepulan asap yang cukup tebal dari pusat kegiatan dan hampir merata memenuhi kawah sehingga menghalangi pengamatan.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G. Galunggung dilakukan dari tanggal 17 November s/d 21 November 1984, selama 5 hari. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan ini adalah termometer dan peta topografi kawah G.Galunggung.