Untuk memenuhi perintah lisan Wk. Kep. U.G.A (Pak Djathiekusumo) beserta surat tugas no. 164/57 ttg. Bandung 19/2-1957 sebagai susulan, maka pada tgl 20/2-57, penulis mengerjakan pengukuran di halaman pos pengawasan U.G.A di dataran Dieng, yang segera akan dikerjakan perumahannya.
Pada tanggal 23 Februari 1956, kami diberi tugas untuk memeriksa G.Kelud, berkenaan dengan terjadinya ombak didalam setinggi 5m, pada tanggal 20 Februari 1956, yang disebabkan oleh longsornya dinding kawah sebelah Barat-Daya dari kawah.
Memenuhi permintaan Sa.Tjamat Batur Sdr.-saan terhadap a-Daerah Kw.Sigen-Wirjosoebroto, dalam suratnja sosek T. 5/59. tgl.10-1-1956.dan Sdr. Wedana Batur Sdr. Ismu Ha-dibroto dalam suratnja No. P.U.W. 63/200 tgl.-13-1-1956.agar diadakan pemeriksaan danja Gas Belirang jang ada di Dae dang, maka penulis dengan di sertai Sdr. Wanda dan Sdr.Idi dari bagian Laboratarium di Tugas-kan oleh Kep. Urusan…
Dengan adanja laporan harian dari petugas G. Tangkuban Prahu via Tankset, pada djam 12.30 tg. 8/1 1955 dan tg. 18/1 1955. dengan waktu jang bersamaan maka pimpinan UGA setelah mengadakan penjelidikan, maka pada tgl. 25/1 1955.- jang telah lalu, penulis ditugaskan untuk mengadakan pengamatan ke gunung tersebut dintas.
Saat penyelidikan ke puncak dilakukan pada tanggal 3 Agustus 1955. Pada waktu tersebut keadaan cuaca buruk, kabut dan hujan selalu mengganggu, kadang - kadang datang angin kencang sehingga tidak bisa membuat gambar/potret yang baik.
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam surat kepada Yth. Sdr. Gubernur Jawa Barat No. 793/67/UGA/35/55 perihal pemeriksaan kawah G. Ciremai, maka pada tanggal 4/4/1995 berangkat dari Bandung ke Cirebon.
Pada tg.18 Djanuari 1954, suasana keadaan di sekitar daerah Merapi gelap tertutup kabut tebal. G.Merapi tidak tam-pak sama sekali. Kira2 pada djam 11. pagi, terdengar suara 2 guruh hebat dari djurusan Merapi dan tak lama kemudian menju-sul asap ban jak menembus dari dalam kabut membubung tinggi diudara jang warmanja kamerah2-Xan dan soland jutnja menerang-kan, bahwa pada tig. 20 pagi, G.Merapi …
Solfatara G. Wayang dalam banyak segi sangat ganjil. Di sini orang melihat banyak gejala alam menjadi satu, yang sesuai dengan yang dari solfatara lain di Jawa, di sini namun tampak lebih jelas dan lebih mudah dapat diamati.
The most remarkable phenomenon, which is observed at the Lamongan, which apart from it, in whole Jawa is never seen at no single volcano, is the amount of small lakes which are situated on several distances from each other, but are surrounding the cone volcano in a line following each other in a wide circle.
Atas perintah Sdr. Kepala Urusan Gn. Api dan jang telah disetudjui oleh Sdr. Kep. Djawatan Geologi, maka pada tg. 11 Djan. 1954, kami brangkat dari Bandung menudju ke Gn. Semeru, untuk mendjalankan tugas jang lamanja 2 bulan, akan tetapi berhubung jang mengaplos telat datangnja, karena ada sesuatu hal maka tugas kami diperpandjang 1 bulan lagi. Pengawasan Gn. Semeru dari Pos Bs. Sat, Gn. Saw…