Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Lokon yang terletak di daerah Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif dengan status Waspada. Komplek Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, dengan ketinggian puncaknya yaitu 1580 m dml. Berdasarkan statistik, G. lokon meletus setiap antara 1-5 tahun, dengan interval rat…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah. Pemanfaatan laham da…
Pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tampusu dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas proyek penyelidikan dan pengamatan gunung api. Pemetaan dilakukan oleh seksi pemetaan daerah bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunung api, Direktorat Vulkanologi. Gunung api Tampusu adalah salah satu gunung api yang terletak di komplek lapangan panas bumi yang ada di daerah Minahasa Sulawesi…
G. Tangkoko atau nama lainnya Tonkoko adalah gunungapi yang tergolong aktif bertipe strato, dengan ketinggian 1149 meter diatas muka laut (dml). Gunungapi ini sudah beristirahat selama 125 tahun. Pertama kali diamati secara rutin dari Pos PGA dalamtahun 1985, dan penyempurnaan peralatan seismograf pada 17 April 2002. Tida pernah teramati gejala perubahan kegiatan. Pada September 2002, gunungapi…
Indonesia dengan 127 gunungapi merupakan negara dengan potensi bencana letusan gunungapi yang cukup tinggi. Resiko terjadinya korban jiwa dan kerusakan harta benda merupakan akibat langsung dari banyaknya gunungapi yang berbahaya tersebut. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya.
Komplek Lokon merupakan Gunungapi Tipe A berbentuk strato terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, masing-masing Puncak tertinggi G. Lokon yaitu 1580 m dml, sedangkan pucak G. Empung berketinggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif dan pusat vulkanisme Gunungapi Lokon saat ini. Dil…
Akhir-akhir ini kegiata G. Lokon cukup ramai menjadi bahan pembicaraan, sehubungan dengan adanya kekeringan yang melanda areal sekitar kawah dan seringnya terjadi hembusan asap yang melampaui bibir kawah. Dalam keadaan normal hembusan asap terbatas di dalam kawah, tapi sejak Maret 1984 kepulan asap jauh melampaui bibir kawah. Kekeringan yang cukup parah terjadi menjelang akhir 1984 dengan areal…
Karena letusan 1898, Una-Una terkenal sebagai gunung-api kerja, kira-kira 2,8 km. dari pantau,kurang lebih 118 m dpl. Banyak batang-batang kaju mengarang dan tungguk2-njapun masih berapu, warnanja abu2 amat halus, bulat2 sudah terbakar hangus. Terddapat pasir lepas lebih kasar, lebih banyak pecahan-pevahan batu. PAda jarak 4 km dari pantai (220 m. dpl).
Karakter erupsi Gunungapi Inelika bersifat eksplosif atau efusif, letusan biasanya tidak berlangsung lama. Catatan sejarah letusan awalnya diketahui pada tahun 1905 dan baru terjadi letusan kembali pada tahun 2001. Pada tahun 1905 terjadi letusan eksplosif yang berlangsung selama 5 jam, letusan tersebut bersifat semi magmatik dengan material vulkanik melanda ke daerah timur laut.
Gunungapi Sirung merupakan gunungapi aktif yang terletak di bagian selatan pulau Pantar, di bagian timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi ini bertipe strato dengan kaldera berdanau. Dari sejarah aktivitasnya, sifat dari tiap erupsi G. Sirung hampir sama yaitu berupa erupsi erupsi freatik yang menghasilkan abu, lumpur dan batu (bom-bom vulkanik).