Terdapat lebih dari 100 danau kawah aktif yang ada di dunia saat ini. Di Indonesia, dari 127 gunungapi (tipe A, B, dan C) setidaknya terdapat 20 gunungapi yang memiliki danau kawah. Salah satunya adalah G. Ijen yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunungapi Ijen ini merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang dipantau aktivitas vulkaniknya secara kontinyu.
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunya gunungapi terbanyak di dunia. jumlah gunungapi aktif yang ada di Indoensia 129 buah. Kondisi di sekitar gunungapi pada umumnya sangat subur sehingga banyak penduduk yang memilih untuk bertempat tinggal di daerah tersebut, walaupun gunungapi berisiko meletus mereka tetap tidak mau meninggalkan tempat tinggalnya.
Dataran tinggi Dieng merupakan komplek gunungapi yang berkembang dan tersebar sepanjang lk. 14 km dan lebar lk. 6 km, dengan ketinggian 100 - 300 m dari dataran tinggi Dieng. Keberadaan gunungapi ini banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia seperti kesuburan tanahnya, panorama yang indah dan sejuknya udara.
Gunungapi Talagabodas tidak mempunyai catatan aktivitas letusan sejak tahun 1600 sampai sekarang, demikian pula peirode letusannya tidak dapat diketahui. Namun dari produk letusan Gunungapi Talagabodas yang dihasilkan dapat diketahui bahwa letusannya cenderung lebih bersifat efusif, yang dicerminkan oleh adanya dominasi perulangan aliran lava berkomposisi andesit basaltis.
Gunungapi Ijen merupakan sebuah komplek gunungapi yang terdapat di dalam kaldera Ijen Tua. Dalam catatan sejarah vulkanisme Ijen Tua menghasilkan endapan aliran piroklastika, jatuhan piroklastika, dan aliran lava. Letusan besar yang berasosiasi dengan pembentukan Kaldera Ijen menghasilkan endapan aliran piroklastika dan jatuhan piroklastika.
G. Papandayan yang terletak di Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A berbentu strato. Letusan G. Papandayan bersifat preatik dan preato magmatik. Berdasarkan catatan sejarah pernah terjadi letusan pada tahun 1772, 1882, 1923, 1924, 1925, 1926, 1927, 1928, 1942, dan 2002. Sepanjang tahun 2008 terjadi beberapa kali peningkatan aktivitas vulkanik G. Papandayan
Gunung Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Komplek Gunung Guntur ini terdiri atas beberapa kerucut, yaitu Gunung Masigit (2249) yang merupakan kerucut tertinggi. Ke arah tenggara dari Gunung Masigit terdapat Gunung Parukuyan (2135m), Gunung Kabuyutan (2048) dan Gunung Guntur.
Gunung Gede merupakan salah satu gunungapi yang banyak dikunjungi para wisatawan dan pencipta alam. Hutan sekitar Gunung Gede mempunyai daya tarik tersendiri; alamnya yang subur, indah, sejuk, dan sebagai pusat tempat tumbuhnya aneka ragam jenis tumbuhan; merupakan hutan/taman wisata. Selain itu penduduk yang bertempat tinggal di sekitar G. Gede cukup padat.
Secara stratigrafi G. Kelud umumnya tersusun oleh batuan andesit dan endapan piroklastik bata apung dan lava basalt. Berdasarkan peta geologi, diperkirakan bahwa batuan intrusif tersusun atas lava andesit basaltik, bersifat basa dengan suhu sedang dan relatif lebih kental. Sedangkan tipe letusannya termasuk tipe St. Vincent yang dicirikan oleh magma yang kental dengan tekanan sedang dan kedalam…
Letusan atau peningkatan kegiatan vulaknik Gunung api Bromoyang tercatat sejak tahun 1804 sampai 1997 telah terjadi lebih kurang 52 kejadian. Perioda erupsi dapat berlangsung pendek yaitu beberapa hari saja, tetapi dapat pula berlangsung satu bulan atau lebih secara tersu menerus. Daur erupsi Gunungapi Bromo tidak menentu.