Selama pengamatan kami disana dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni 1997, G. Rokatenda tampak jelas, asap Solfatara tampak umumnya berwarna putih tipis dengan tekanan gas lemah lk. 20 meter dari atas puncak. Sedangkan pengamatan gempa G. Rokatenda dilakukan dengan menggunakan Seismograf Kinemetrics PS-2 sistem radio telemetri (RTS).
Merekam semua sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan persiapan Direktorat Vulkanologi maupun Pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Batur. Hal ini untuk memudahkan komunikasi dalam penyuluhan, apabila seluruh data telah tercatat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi dan evolusi pembentukan gunungapi Egon dengan menggunakan berbagai data yang menunjang, baik berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (foto udara) serta ditunjang dengan analisis laboratorium. Dari berbagai data yang telah kami dapatkan dapat diketahui penyebaran batuan, stratigrafi, struktur geolog…
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian yang mencakup; Geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafinya sehingga dapat diketahui sejarah/evolusi pembentukan Gunungapi Egon tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang untuk penelitian selanjutnya terutama dalam pemetaan geologi, pemetaan daearah bahaya dan disiplin ilmu lainnya.
Berdasarkan data pemeriksaan kawah. pengukuran suhu pada Juni 1996 terdapat perubahan dibanding pada pemeriksaan Oktober 1995, yaitu : (a) Warna air danau putih keabuan sebelumnya kehijauan; (b) suara desisan terdengar di bibir kawah/kaldera sebelumnya hanya di tempat pengukuran suhu (di dasar kaldera); (c) kolom asap di Kawah A lebih tebal; dan (d) suhu kawah A dan C meningkat 5C. Peningkatann…
G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
Maksud pemantauan ini adalah sebagai realisasi Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi Bali NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil antara lain untuk mengetahui sejauhmana Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi (d.h. Daerah Bahaya Gunungapi), di G. Lewotobi dan sekitarnya.
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …
Semula pengamatan gempa di G. Tambora memakai seismograf sistim kabel, dengan sistim ini kurang efektif karena kabel yang menghubungkan rekorder dengan seismometer sering putus, maka pada Agustus 1996 sistim kabel diganti dengan sistim radio telemetri.