Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1833 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali satu ancaman bencana bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakata…
Gunungapi Anak Krakatau adalah merupakan salah satu pulau gunungapi yang terdapat di dalam kompleks gunung Krakatau. Gunungapi ini sering meletus sejak pertumbuhannya pada tahun 1960 hingga letusan terakhir tahun 1996, dengan menghasilkan endapan-endapan baru yang menyebabkan terjadinya perubahan permukaan, dan sebagai akibatnya peta topografi yang tersedia, yang dibuat tahun 1983 tidak sesuai …
Gunungapi Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul diantara P. Panjang, P. Sertung dan P. Rakata (komplek G. Krakatau), yang terbentuk akibat terjadinya letusan-letusan purna pembentukan kaldera. Letusan besar terakhir G. Krakatau pada 1883 adalah salah satu yang paling dikenal dunia.
Gunungapi Anak Krakatau sejak muncul 11 Juni 1927 hingga 2010, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun dan umumnya terjadi 4 tahun sekali berupa letusan abu dan leleran lava. Dalam 4 tahun terakhir, let…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul diantara P.Panjang, P.Sertung dan P.Rakata (kompleks G. Krakatau) yang terbentuk akibat terjadinya letusan-letusan purna pembentukan kaldera. Letusan besar terakhir G. Anak Krakatau terjadi pada agustus 1883. Letusan besar ini di ikuti dengan terjadinya tsunami yang mengakibatkan korban jiwa mencapai 36 ribu or…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul diantara P. Panjang, P. Sertung dan P. Rakata (komplek G. Krakatau), yang terbentuk akibat terjadinya letusan-letusan purna pembentukan kaldera. Letusan besar terakhir G. Krakatau pada 1883 adalah salah satu yang paling dikenal dunia, letusan dahsyat gunungapi tengah laut dan diikuti terjdadinya tsun…
Indonesia has 129 volcanoes, 79 of them erupted after the 16th century. Volcanological Survey of Indonesia (VSI) has observed continuosly were 64 volcanoes from 68 observatory. The mayor methods to monitor the volcanoes are seismic observation by 1 seismometer and visual observation. Observers at the observatory have reported daily number of volcanic earthquakes and visual activity to VSI in Ba…
Sejak tahun 1988-1999 Gunungapi Anak Krakatau yang terletak di tengah-tengah Selat Sunda sudah sering mengalami letusan, letusan terakhir terjadi tahun 1999. Letusan terakhir ini dimulai tanggal 5 Februari 1999 jam 16.15 WIB, letusan diikuti oleh kepulan asap putih kelabu mencapai ketinggian 1000 m dari puncak dan disertai suara dentuman (air shock) yang cukup dahsyat. Dentuman ini sempat memec…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang mempunyai intensitas pertumbuhan cukup tinggi. Gunungapi ini terletak di tengah Selat Sunda (Gambar 1) dan terletak di dalam satu garis daerah lemah antara P. Panaitan, Krakatau, Sebesi, dan G. Rajabasa. Pulau-pulau ini terbentuk akibat kegiatan vulkanik.
Pada Juni 1996 satu Tim dari Direktorat Vulkanologi melakukan kunjungan ke G. Anak Krakatau untuk pemeriksaan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan. Sampai laporan ini diturunkan, G. Anak Krakatau masih menunjukkan Selatan yang kegiatan letusannya dengan tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 800 m di atas kawah. Kegiatan tersebut dimulai sejak Nopember 1992 kemudian berhenti selama…