G. Kelut (1731 m dpl) yang terletak 1650 m di atas dataran tinggi Kediri, merupakan salah satu gunungapi strato aktif Tipe A yang berada di wilayah pada penduduk. G. Kelut termasuk dalam tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Menurut catatan sejarah kegiatannya, erupsi G. Kelut telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonimi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya upaya pemerintah dearah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah.
G. Slamet yang disebut juga G. Slamet adalah gunungapi aktif tipe A berbentu strao. G. Slamet dengan ketinggian 3432 m dpl, terletak di Kab. Pemalang, Kab Banyimas, Kab Brebes, Kab Tegal, dan Kab Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah, Kota terdekat adalah Bumiayu, Purwokerto, dan Purbalingga, Nama lain G. Slamet adalah Gunung Slamet.
Menjelang erupsi 2007 tanda-tanda yang dapat dikenali secara visual yaitu dengan terjadi adanya perubahan warna air danau kawah dari warna hijau berubah menjadi kuning pada pertengahan bulan Agustus 2007 yang kemudian juga diikuti oleh perubahan temperatur yang terus mengalami perubahan secara perlahan tapi pasti menjadi lebih tinggi disertai terdapatnya bualan-buaan gas di tengah danau kawah.
Gunung Papandayan merupakan gunungapi strato berbentu kerucut terpancung, tersusun oleh perselingan lava, jatuhan dan aliran piroklastika. Bentuk kerucutnya yang tidak teratur diakibatkan oleh pusat erupsi yang sering berpindah tempat. Dalam sejarah kegiatannya Papandayan tercatat meletus atau meningkat kegiatnnya sebanyak 11 kali.
Merapi merupakan salah satu gunungapi paling aktif, bukan hanya di Indonesia akan tetapi di dunia. Seperti umumnya gunungapi di Indonesia, Merapi merupakan gunungapi strato dengan puncak tertinggi mencapai 2968 m diatas permukaan laut. Bagian puncak Merapi dicirikan pertumbuhan kubah lava yang tidak stabil.
Gunung Tangkuban Parahu merupakan gunungapi aktif dan secara geografis ketinggian puncak 2084 m dpl (kusumadinata, 1979). Secara administratif G. Tangkuban Parahu masuk dalam wilayah kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung. Kegiatan G. Tangkuban Parahu dari data monitoring kegempaan/seismogram, sejak pertengahan bulan agustus terus meningkat dan mulai tanggal 2 September 2002 status dinaikkan da…
Manifestasi di lapangan aktifitas vulkanik G.Sirung saat sekarang berupa kegiatan solfatara di dalam kawah - kawahnya, dibandingkan dengan data penelitian terdahulu tidak mengalami perubahan. Dari data visual seperti tinggi asap dan data hasil pengukuran suhu solfatara antara 1994 -1999, peningkatan aktifitas solfatara/kawah telah terjadi pada Oktober 1995, Juni dan Agustus 1997. Sedangkan dari…
Letusan - letusan G. Batur dalam 1994 - 1995 bersifat eksplosive disertai lontaran material pijar dan menghasilkan kawah baru (Kawah 1994). Kemudian letusan 8 November 1997 hanya berupa letusan - letusan gas kering dari dalam Kawah Batur III. Kemudian pada 2 Juni 1998 pusat letusan berpindah dari Kawah Batur III, menghasilkan kawah baru (Kawah 1998).
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.