In accordance with Lorie and Prof. Behrens we have determined all collected samples as real basalts. The microscopic praeparates only show difference in relative number and size of the separated crystalls between them, and with respect to the groundmass, also in his capacity of the groundmass itself. As conson with basalt, the olivine exclusively appears as porphyric separation and not in the g…
Zu den tätigsten Vulkanen Ostjavas zährt der LAMONGAN in der Residentschaft PASOEROEAN. Auf der gerechnet Eisenbahnfahrt von PROBOLINGGO nach DJEMBER wird er auf der West-und Südseite lange Zeit umfahren. Man erkennt schon vom Zuge aus, dass er aus 2 Teilen besteht, einen älteren, mit Busch bestandenen und durch die Ero-sion stark sernagten Teil, dem 1670m hohen TAROEB, und einem jungen sch…
Comprehensive peculiarities on the G. Lamongan are mentioned in the Jaarboek van het Hijnwezen in 1.0.1. 1886, Scientific Part. The terrain description as well as the treatise on the activity of this volcano and on the rock can be considered complete till and including the outburst in 1885. Following eruptions in 1896 and 1898 were described in the Tijdschrift Aardr. Gen Irde Serie p. 310, so t…
The literature on the Lamongan is less extended than that on the Tengger. The already previously (p.7) referred treatise of van Herwerden and the great work of Junghuhn are up to now the only sources for the knowledge of this remarkable mountain.
Gunung Lamongan (+1671 meter) merupakan suatu gunungapi aktif (tipe A) di Indonesia yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat banyak bekas hasil letusan di daerah kakinya. Gunungapi tersebut terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Gambar 1).
Sehubungan dengan terjadinya rekahan-rekahan di sekitar daerah Ranu Lamongan, termasuk G. Lamongan, Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan posisi geografi 7 derajat 59' LS dan 113 derajat 205' BT, disamping hasil pengamatan seismik yang menunjukkan adanya tremor dan juga hasil survei geofisika yang menunjukkan kemungkinan sumber aktivitas berada di sekitar Curahbuntu, maka untuk memantau kegiatan…
Berdasarkan rembukan hasil penelitian seismik dan cara geofisika menunjukkan bahwa sekitar daerah Curah Buntu telah diperkirakan sebagai tempat sumber gempa. Usaha untuk memperoleh gambaran perubahan permukaan diperlukan pengukuran cara levelling di daerah tersebut dengan arah Utara - Selatan dan Barat- Timur, juga pengukuran dry tilt disekitarnya.
Penyelidikan Geomagnet G.Lamongan dilakukan pada bulan Desember 1988 dengan daerah penyelidikan di sebelah Tenggara sampai dengan Timur laut G.Lamongan meliputi daerah G. Anyar, Alun - alun, Kali Banter dan Salak.
Penelitian deformasi di G.Lamongan ini adalah pengukuran jarak dengan menggunakan EDM, sedangkan sifat datar atau leveling yang biasanya dilakukan secara bersamaan kali ini tidak dilakukan.
Kegiatan pengamatan terhadap gunungapi aktif dilakukan secara menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ditambah dengan sistim ARGOS (Satelit) yang dipasang di beberapa gunungapi dengan metoda kegempaan serta deformasi.