Di Pulau Sumatera terdapat 30 buah gunungapi, ialah 10 buah tipe (9 di Pulau Sumatera, sebuah merupakan pulau - pulau kecil ialah G. Krakatau), 11 buah tipe B dan 9 tipe C. Jumlah ini adalah menurut Petroeschevsky dan Th. H. F. Klompe (1950). R. W. VAn Bemmelen (1949) menambahkan sebuah tipe c lagi menjadi 12, hingga jumlah seluruhnya adalah satu buah, sedang Van Bemmelen menghitung 2 buah lapa…
Kita tercengang oleh keganasan bom - bom atom yang menghancurkan Hirosjima dan Nagasaki, tergempa oleh tenaga yang seribu kali lebih besar dari bom - bom zat air yang di eniwetok dan bikini diledakan, namun ledakan -ledakan ini hanyalah mainan anak - anak, dibandingkan dengan sebuah esplosi yang telah berlangsung tujuh puluh lima tahun yang lalu. Senjata - senjata inti kita talah menghancurkan …
Tanda - tanda pertama dari suatu vegetasi yang di pantai sebelah timur - laut oleh penulis dalam tahun 1947 dan pada tanggal 9 Februari 1949 selama peninjauan dari udara, ternyata terdiri dari sejumlah 13 cemara : Casuarine equisetifolia L.
Naar aalending van een verzoek van den Resident van Palembang werd door mij van 12 tot 18 Februari 1940 een onder zoeknaar den toestand van den Dempo en de gevolgen van de jongste uitbarstingen, vooral van die van 30 Januari 1940, ingesteld.
gunung api ini terletak di daerah Meurendoe dari wilayah Pidie, bagian Pantai Utara Aceh. Dalam bulan Agustus 1919 dari Pante Raja, terletak di Pantai Utara, tampak suatu ting asap di atas G. Peuet Sague.
Menurut Neumann Van Pandang (1951, h. 153 - 154) gunungapi raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunungapi yang berjurus barat laut - tenggara.
Berdasarkan SPPD No.608/0441/3402/1987 dari tanggal 7 Hopem- ber 1987 sampai dengan 1 Desember 1987 yakni selama 25 (dua puluh lima) hari, penulis ditugaskan untuk melakukan pemerik saan/penyelidikan G. Ciremai secara visual.
Merupakan rangkaian penyelidikan petrokimia di G.Kelut yang pertama dimulai sejak 12-24 Juni 1986 dengan pelak- sana terdiri atas Ir.MZ.Sjarifudin (394/P/86), Rakimin II BSc.(393/P/86), Dedi Supriadi (392/P/86) dan yang kedua dimulai 16-30 Juli 1986 terdiri atas Ir.MZ. Sjarifudin (729/P/86) dan Achmad Sutisna (730/P/86).
G. Lamongan merupakan sebuah gunungapi yang diapit oleh dua buah gunungapi besar, yaitu G. Iyang Argopuro di sebelah timur dan G. Tengger di sebelah Barat.
G. Merapi (2911 m) yang terletak di dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu gunungapi yang sangat aktif di Indonesia. Kepadatan penduduk di sekitarnya menyebabkan nilai bahayanya menjadi relatif sangat tinggi.