G. Api Tambora terletak di pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tubuhnya menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar. G. Api ini termasuk gunungapi tipe A. Erupsi yang terkenal terjadi tahun 1815 yang mengakibatkan korban tewas sejumlah 92.000 orang, dimana 10.000 orang meninggal akibat langsung dari letusan dan selebihnya karena penyakit dan kelaparan selama bencana berlangsung.
G. SangeangApi terakhir erupsi pada 24 Januari 1997 yang sampai Juli 1998 letusan/hembusan asap masih sering terjadi. Erupsi 1997 bersifat eksplosif dan efusif. Karena dari hasil pengamatan menunjukkan terjadinya guguran - guguran lava ke arah S. Berano. Sampai dengan Juli 1998 gempa vulkanik terekam oleh seismograf yang jumlahnya per bulan di atas normal.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Tambora"berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun " Data Pengamatan Tidak Langsung" (interpretasi Foto Udara, Citra Landsat, dan SPOT IMAGE") serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium" (petrografi, analisis kimia, pentarikhan umur absolut dengan metoda K/Ar, Ar/Ar …
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.
Maksud dari penelitian ini adalah sebagai realisasi dari hasil pemetaan geologi foto dan pemeriksaan lapangan daerah Gunungapi Tambora dan sekitarnya, Kabupaten Dompu dan Bima, Prov NTB, sebagai pelaksanaan proyek Pengawasan/Pengamatan dan Pemetaan Gunungapi oleh staff Seksi Penginderaan Jauh, Subdit pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi tahun anggaran 1995 - 1996.
Keadaan kawah/puncak G. Sangeang Api (Doro Api, 1842 mdpl), merupakan kubah lava yang tertutup jatuhan piroklastika yang diselimuti hasil sublimasi belerang, suhu maksimum solfatara tertinggi 350 C dan fomarol berkisar 55 C sampai 92 C. Gejala seismik yang tercatat, periode Juli - November 1995 tidak terjadi peningkatan gempa vulkanik, tercatat 262 kali tektonik jauh, 26 kali tektonik lokal dan…
Berdasarkan sejarah letusan, aktifitas vulkanik (purna kaldera) G. Rinjani terjadi di dalam kaldera dengan menghasilkan G.Barujari dan G.Rombongan. Pereoda istirahat letusan antara 3 - 29 tahun. Produk erupsi G.Barujari dan Rombongan adalah endapan leleran lava dan jatuhan piroklastik, hal ini menunjukkan bahwa sifat erupsinya adalah esplosif dan efusif.
Maksud penyelidikan/pemantauan daerah bahaya komplek G.Tambora ini adalah merupakan pelaksanaan tugas dan fungsi Seksi Geologi Umum dan Vulkanologi serta realisasi Pelimpahan Sebagian Wewenang Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral kepada Kanwil Departemen Pertambangan dan Energi mengenai Pemantauan Gunungapi.
Komplek G. Rinjani terdapat di P.Lombok bagian utara, termasuk Prov. NTB, mencakup 3 (tiga) Kabupaten yaitu : Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Tengah, dan Kab. Lombok Timur. Peningkatan aktifitas G. Rinjani terjadi sejak tgl 4 Juni 1994 pkl. 02.00 WITA berupa suara dentuman dari arah kaldera, kemudian pada tgl 4 Juni 1994 pkl. 08.00 WITA teramati asap letusan berwarna hita, tebal dengan tinggi lk…