Dalam melakukan kegiatan Tim Pengamatan Gunungapi Sumatra dan Jawa Bagian Barat Tahun Anggaran 1986/87, penulis berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Tangkubanparahu dengan SPPD Nomor. 211/P/86.
Pengamatan visual sering terganggu cuaca, Pos dan sekitarnya terutama puncak G.Slamet sering tertutup kabut. Sedangkan pengamatan seismik dilakukan selama Desember 1985 sampai Maret 1986 kegiatan gempa G. Slamet sangat sedikit, yaitu Desember 1985 1x gempa Vulkanik type B, Januari, Februari, dan Maret nihil.
G. Lamongan (+1670 m) terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur yang meliputi Kab. Lumajang dan Probolinggo. Gunung ini merupakan gunungapi strato yang giat (Tipe A) diapit oleh Gunungapi Tengger di sebelah barat dan Gunungapi Iyang ar gopuro di sebelah timurnya
Metoda seismik merupakan metoda yang sangat penting dalam mempelajari gunungapi, khususnya di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi (PGM) metoda ini sangat berguna dalam peramalan kegiatan G.Merapi dan dalam mempelajari sifat - sifatnya.
Sesuai dengan program kerja seksi Vulkano fisika maka pada tanggal 1 September s/d 10 September 1986, Tim Vulkano fisika, Proyek Pengembangan Labora torium Gunungapi berangkat ke G. Kelud untuk melakukan pengukuran Gayaberat. Metoda gayaberat baru pertama kali di lakukan di G. Kelud, dengan memakai alat gravitimeter La Coste et Romberg model D 117 yang mempunyai ketelitian 0,005 mgal.
Tim penyelidikan Geokimia Gas G. Tangkubanperahu dengan tenaga pelaksana 3 orang terdiri dari Sdr. Terry Sriwana Sdr. Anang II dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat (2 s/d 3 orang)
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pada akhir Juni 1986 bekerja sama dengan United State Geological Survey (USGS) memasang termometer dengan sistem telemetri (Telethermometer) di G. Kelut.
Selama melakukan pengamatan seismik di . Tangkubanparahu, selain mengamati kegempaan pada bulan Mei 1986, juga mela- kukan pengamatan visual, serta melakukan pengukuran suhu solfatara Kawah Baru, Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas.
Penelitian dan pengamatan G. Kelut sampai April 1986 masih terus dilakukan, terdiri dari penelitian seismik yang di-bantu dengan pengamatan visual, pengukuran suhu danau ka-wah dan solfatara. Penelitian dari pekerjaan tersebut di atas mengambil data dari keadaan G. Kelut sejak April 1985 sampai dengan April 1986 dengan maksud untuk mengetahui keadaan selama waktu tersebut, terutama aspek kegemp…