Tuan Junghuhn membahas mataair ini sbb 'sumber ini, lk 1400 kaki dml di dekat kp. Sangkanurip, bernata air langsung dekat alur Cian-par. Suhu airnya 32.4 deg R atau 105 deg F pada derajat panas cuaca 19.5 deg R atau 76 deg F dan 19.1 ^ 0 R dari air anak sungai (pk. 8 pada 19 Agustus 1837). Rasanya memualkan dan berbau gas zat air belerang. Sumber ini membual dari bongkah-bongkah puing (batu gul…
Keadaan sehari-hati dari pondok Tangkuban Parahu tgl. 15/7 - 2/8-' 52
Laporan G. Tangkuban Prahu dari tgl 13/6-'52 s/d 20 djuni 1952,- telah dikirim sebagai laporan mingguan.
Atas perintah tilgram tg. 1/10-151 No.1912 dari Kep Porw Djwt. Pertambangan Bindung, disertai dengan surat perintah Ketur Kantor Tiabang Djawatan Pertambangan Jogjakarta to. 3/10-151 -No.169/Um., penulis diberi tugt.s membantu mengawasi/menjelidi-Iti di G. Kelut, Pada tg. 14/10-151 dengan Sdr. Teknd dari Bandung, seje bertemu di station Jogjakarta dan selandjutnja kami bersame-s4-mt. meneruskan…
Tgl. 1 Djanuari 1951. Di kampung Timbang, Kawadanan Tj1limus, di kaki G. Tjiremai sebelah Timur, ada keluar mata air panas (Jo-diumbron) jang telah lama digunakan oleh umum untuk berobat dan disitu didirikan oleh Kota Pradja Tjirebon suatu Pesanggrahan (Pe-nginapan) jang digunakan untuk pemandian.
Setelah 30 tahun lamanja dalam keadaan tenteram. Kelihatannja tenang seakan-akan tidak ada apa2. Pada tg.7 1950, pagi, tidak tampak "tanda2 penting" (Vulkanische Verschijnselen) en) jang menundjukkan G.Kelud mulai bekerdja kembali. Hal ini dengan segera dilaporkan oleh Sår. Soepian jang sedang bertugas di G.Kelud kepada Bapak Residen dan Bapak Bupati, di Kediri. Dengan Radio-gran No. 2618/17 t…