Bentuk geologi dari kawah Galunggung, secara keseluruhan paling baik dapat dipelajari berdasarkan potret 14 dan 15. Disini jeles tampak, bahwa aliran lava dan lapisan abu yang membangun pema tang kawahnya yang tinggi, menurun dari kawah Guntur. Dilihat dari adanya tangga tempat jatuhnya air terjun dari kawah ini ke bawah, lereng ini pada potret 15 juga sangat jelas.
Salah satu hasil sampingan (sekunder) letusan G. Ga-lunggung ialah lahar. Lahar yang dimaksud ialah hasil transportasi bahan-bahan yang berasal dari endapan awan-panas (ladu), endapan jatuhan (air-fall deposits) dan ba-han yang ada sebelumnya, seperti bongkah andesit lepas, kayu dsb, diangkut oleh air hujan atau air permukaan dalam bentuk arus pekat ketempat yang lebih rendah atau menye-leweng …
Baru sedikit contoh bahan letusan G. Galunggung yang diperiksa dan terutama hanya susunan mineralnya, sehingga tulisan ini dibuat dengan mengambil banyak bahan sekunder yang berasal dari hasil penelitian Baak (1948, 1949) ngenai penyebaran abu vulkanik, susunan mineral dan kimianya, selain dari buku-buku dan catatan-catatan dalam surat kabar Kompas.
Sejak tahun 1822 G. Galunggung riwayatnya baru dapat tercatat agak jelas kegiatannya, karena ada letusan besar pada tahun tersebut dengan mengelu-arkan awan panas dan aliran lahar, hingga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4011 orang. Kejadian tersebut adalah 160 tahun yang lampau, dimana dapat diperkirakan bahwa penghuni di sekitar gunung tersebut masih termasuk ja-rang sekali, tetapi telah jatu…
Pada uraian berikut akan dibahas sifat gelombang tremor vul-kanik secara semi-kwantitatif untuk mengetahui hubungan antara sebab, proses dan pengamatannya. Cara semi-kwantitatif dipilih supaya permasalahan tidak menjadi kompleks dan terlalu matematis.
Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Penelitian diutamakan untuk menentukan ketebalan penyebaran bahan-bahan jatuhan piroklastika dan lahar serta efek untuk daerah sekitarnya yang berasal/diakibatkan dari priode kegia-tan G. Galunggung yang baru pada daerah yang terliputi oleh jalur-jalur potret udara yang sudah dibuat.
Hasil dari penyelidikan ini selain ada penambahan daerah yang dipetakan yaitu daerah bagian Barat, Timur dan Uta-ra puncak Galunggung serta beberapa batas daerah sekitar nya, juga terdapat perbaikan serta penambahan data.
Aktifitas Galunggung (April 1982) menghasilkan 3 macam bencana, yaitu; (1)Bencana aliran lahar panas dan dingin; (2) Aliran "awan-panas" yang mengikuti alur sungai (Dari Ps. Ngemplong - Sinagar) yang mencapai jarak 6 km; (3) Semprotan terarah (directed blast) yang mencapai jarak 3 km dari kawah Galunggung (G.Jadi -Ps. Ngemplong).
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub direktorat Pemetaan Gunungapi perioda 1981 - 1982 adalah penelitian geologi Gunungapi Galunggung Jawa Barat. Di sini dilaporkan kemajuan hasil sementara pemetaan geologi daerah Gunungapi Galunggung Jawa Barat selama sebulan.