Berdasarkan SPPD No 2541/P/1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah - kawah di Datarang Tinggi Dieng selama 30 hari. Maksud dilakukan pemeriksaan tersebut ialah untuk mengetahui tingkat kegiatan pada waktu itu dibandingkan dengan sebelumnya.
Untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkanik di daerah Dieng ini dicoba dilakukan pengamatan dan penelitian seismik yang dibantu dengan pengamatan - pengamatan visual dan kimia gas. Di sini akan dilaporkan kegiatan Dieng selama Oktober - November 1984, sedangkan pada awal sampai pertengahan Oktober 1984 telah dievaluasikan dalam laporan yang terdahulu.
Dalam penyimakan kegempaan terhadap kegiatan G.Merapi dilakukan dari Pos Babadan dengan menggunakan pesawat seismograf "HOSAKA" 3 Komponen (tripartite net) dan dari Pos Plawangan, disamping pesawat tersebut di atas (1 komponen) ditambah dengan pesawat Mekanik komponen datar.
Pengamatan visual dilaksanakan sejak 10 Juli s/d Agustus 1984. Selama tugas telah dikumpulkan data pengukuran suhu dan pengamatan visual sejak bulan Juni s/d Agustus 1984. Pengumpulan data yang sinambung sangat diperlukan, karena dapat untuk mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Beperti halnya balan Juni 1984, dalam Juli ini penulis berusaha untuk mengumpulkan semua hasil pengamatan dan penelitian terhadap G. Kerapi. Mungkin belum banyak yang dapat diungkapkan dari data yang terkumpul, tetapi setidak-tidaknya dapat menginformasikan semua hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan dan interpretasi secara pendahuluan. Ada kemungkinan kelak bahun semua yang diperki…
Dalam pertemuan tersebut dihadiri pula tamu dari Hawaii Volcano Observatory, USGS. Mereka kebetulan sedang berada di Indonesia untuk mengevaluasi hasil pemasangan seismograf dengan sistem pancar yang mereka lakukan pada pertengahan tahun 1982. Mereka mengevaluasi data yang tercatat selama ini dan melatih para teknisi bagaimana menangani peralatan yang terpasang dan pengkalibrasian secara period…
G. Merapi merupakan salah satu gunungapi yang aktif dengan penduduk di sekitarnya yang padat, sehingga tingkat bahayanya sangat tinggi. Bahan letusannya dapat berupa tefra (lapili, pasir dan abu) yang disembur- kan secara tegak, tetapi lebih banyak yang dimuntahkan berupa awan panas yag meluncur di lerengnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan terse- but tergantung pada kekuatan doro…
Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan yang terletak di bagian selatan Kw. Ratu. Dari Pos yang dapat dilakukan hanya mengamati kegiaran Kw. Baru, sedangkan kawah - kawah lainnya tidak dapat.
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang dianggap berbahaya di Indonesia.
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang di anggap berbahaya di Indonesia. Mencegah agar suatu gunungapi tidak meletus tidak mungkin, oleh kare- na itu salah satu usaha adalah meramalkan kapan kira-kira akan terjadi letusan. Dalam peramalan ini sangat diperlukan data semua gejala yang ada hu bungannya dengan kegiatan gunungapi tersebut, antara lain hasil kegiatan seismi…