G. Burni Telong termasuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Takengon, terletak pada posisi 4°46'00" Lintang Utara dan 96°48'00" Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2624 m dari permukaan laut. G. Burni Telong yang mempunyai kawah A, B, dan C pada puncaknya sebenarnya merupakan krucut gunungapi yang tumbuh dilereng selatan Gunung Geureudong.
G. Sumbing merupakan gunungapi bertipe strato terletak di wilayah Kabupaten Sarko, (Sorolangun Bangko), Propinsi Jambi. G. Sumbing termasuk gunungapi aktif tipe A mempunyai ketinggian lk. 2508 m di atas muka laut. Di sebelah timurnya terdapat G. Hulu Nilo dengan ketinggian Ik 2469 m di atas muka laut. Posisi geografi puncak G. Sumbing adalah 2°25' Lintang Utara dan 101°44' Bujur Timur.
G. Tandikat termasuk gunungapi aktif berbentuk strato dengan ketinggian puncak mencapai 2438 m di atas muka laut, sekitar 1740 m di atas dataran tinggi Padang. Posisi geografis puncaknya adalah 0°25'57.30" Lintang Selatan dan 100°19'01.69" Bujur Timur. Secara administratif tubuh G. Tandikat terletak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat
G. Kerinci termasuk gunungapi bertipe strato terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Posisi geografinya adalah 1o 41,5' lintang selatan dan 101° 16' bujur timur, dan tinggi puncak diatas muka laut 3800 m (Gambar 1). Kegiatan permukaan gunung ini berupa hembusan asap tebal disertai suara gemuruh yang sangat keras dari kawah puncaknya.
Pada pertengahan Agustus 1996 dilakukan pengamatan visual, pemeriksaan kawah puncak G. Sorik Marapi, dan pengamatan kegempaan. Tim terdiri dari penulis sebagai kepala tim dan anggota tim adalah Dedy dan Lilih. Pengamatan visual meliputi pengamatan terhadap tinggi, warna, tekanan asap kawah puncak dan kawah-kawah sekitarnya. Dan pemeriksaan kawah berupa pengamatan terhadap perubahan dinding kaw…
Pada bulan Juni 1997 satu Tim dari Direktorat Vulakanologi melakukan pemeriksaan ke G.Anak Krakatau untuk pemantauan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan, setelah G.Anak Krakatau menunjukkan kegiatan letusannya lebih dari empat tahun, yaitu sejak November 1992 kemudian berhenti selama lk 8 bulan pada 1993 (Maret - Oktober 1993) dan berakhir pada Mei 1997. Tinggi letusan berkisar anta…
Kegiatan permukaan G. Seulawah Agam berupa tembusan solfatara/fumarola di lereng utara-timur laut dan di lereng bagian selatan. Masing-masing terletak pada ketinggian sekitar 700 m dari permukaan laut. Lapangan solfatara lereng utara ini dikenal dengan nama Kawah Heutsz dan yang di selatan dikenal dengan nama Kawah Tanoh Simpago (Gambar 3). Sedangkan di sekitar puncak Seulawah Agam dijumpai kaw…
G. Tandikat merupakan gunungapi bertipe strato dan merupakan kembaran daripada G. Singgalang, terletak pada posisi geografi 0° 25' 57,30" LS dan 100° 19' 01,69" BT. Gunung ini mempunyai tinggi puncak 2438 m dari permukaan laut dan sekitar 1740 m dari dataran Kotamadya Bukittinggi. Secara administratif gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatra Barat (Gambar 1)…
Untuk mengamati kegempaan G.Marapi digunakan seismograf jenis RTS PS-2 dan seismograf Hosaka sistem kabel. Seismometer kedua alat tersebut dipasang pada ketinggian kurang lebih 1600 dari permukaan laut. Stasiun penerima terletak di Pos PGA Batu Palano dan Pos PGA Bukittinggi.
G. Kerinci terletak pada posisi geografi 1° 41,5' LS dan 101° 16,0' BT termasuk ke dalam wilayah kabupaten Solok, Sumatra Barat di bagian utaranya dan Kabupaten Kerinci (Sungai Penuh), Jambi di bagian selatannya (Gambar 1). Gunung ini bertipe strato dan tinggi puncaknya 3800 m di atas permukaan laut atau 2300 m dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Kerinci (Gambar 2). Selama sejarah letusanny…