G. Gamkonora merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif strato tipe A di Halmahera, Maluku Utara. Dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi G. Gamkonora pada masa lalu diantaranya menghasilkan awan panas dan aliran lava yang sebenarnya cukup jauh hingga ke daerah pantai dan pemukiman di kaki sebelah barat dan baratlaut. Sejarah kegiatan gunungapi Gamkonora menunjukkan bahwa letus…
Penyelidikan secara terpadu antara metoda kegempaan dengan metoda deformasi diharapkan dapat mengetahui kondisi aktifitas vulkanik G. Ibu dengan lebih baik, karena didukung oleh metoda yang berbeda. Hasil pengamatan visual, aktifitas yang tampak di permukaan pasca letusan tahun 1998 berupa letusan setinggi 100-300 meter dari bibir kawah terus berlangsung hingga saat ini. Kegempan di G. Ib…
G. Gamkonora merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif strato tipe A di Halmahera, Maluku Utara. Dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi G. Gamkonora pada masa lalu diantaranya menghasilkan awan panas dan aliran lava yang sebarannya cukup jauh hingga ke daerah pantai dan pemukiman di kaki sebelah barat dan baratlaut. Sejarah kegiatan gunungapi Gamkonora menunjukkan bahwa letusa…
G. Gamalama (1715 m dpl) adalah salah satu gunungapi paling aktif di Maluku Utara. Gunungapi ini dikenal juga sebagai Piek van Ternate (puncak Ternate), merupakan pulau gunungapi (tipe strato) yang hampir berbentuk lingkaran. Jari-jari pulau ini 5,8 km dengan luas lebih kurang 105 km². Secara geografis terletak di P. Ternate, di sebelah barat P. Halmahera dengan posisi 0° 48' Lintang Utara, …
Daerah penelitian terletak di Pulau Halmahera, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku Letak geografisnya, berada pada koordinat (127° 33-127° 46' BT) dan (1° 22'-1° 38' LU). Puncak tertinggi G. Ibu pada ketinggian 1325 m di atas permukaan air laut, pada koordinat 127° 38' BT dan 1°29' LU G. Ibu dikenal juga dengan nama G. Duono, merupakan salah s…
Lahar hujan G.Gamalama telah terjadi pada 9 dan 27 Agustus 1983 telah mengakibatkan rusaknya hutan/kebun rakyat serta beberapa rumah di Desa Takome. Jalannya lahar hujan sampai saat ini sebagian besar mengalir dan melanda ke jurusan yang pernah dilalui dalam tahun 1562. Letusan 1983 hingga ini tidak menimbulkan korban manusia.