Gunungapi Sempu digolongkan sebagai gunungapi Tipe B, karena sejak tahun 1600-an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini sangat erat hubungannya dengan aktivitas vulkanik yang berada disebelah selatan, diantaranya adalah G. Maniporok, G. Soputan, G. Tondorukem, G. Rindengan, G. Ketangan, G. Lembeyan dan G. Kawatak yang merupakan kompleks Kaldera Minahasa (van Padang, 1951).
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertamp…
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Soputan di Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki, terutama pertumbuhan kubah lavanya. Dalam dua tahun terakhir ini, pertumbuhan kubah lava G. Soputan meningkatn sangat cepat , diperkirakan tinggi kubah lavanya bertambah, lebih dari 50 m dalam kurun wa…
Aktivitas vulkanik dari kompleks G. Lokon-Empung saat ini terjadi pada kawah Tompaluan yang terletak di pelana antara kedua gunungapi tersebut. Meskipun aktivitas dari erupsi-erupsi yang terjadi saat ini dari kawah tersebut, tapi dikenal sebagai erupsi yang berasal dari G. Lokon. G. Lokon adalah kerucut gunungapi yang paling tinggi dan dengan mudah dikenali dari daratan sekitarnya bila dilihat …
Beberapa potensi gunungapi yang telah dikembangkan di sekitar gunungapi ini adalah penggalian batu dan pasir, sedangkan manifestasi lainnya belum tampak. Salah satu penyelidikan yang telah dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat dan jenis bahaya erupsi terhadap kehidupan dan lahan pertanian/perkebunan, diantaranya adalah dengan melakukan pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi.
Gunungapi Lokon merupakan salah satu gunungapi aktif diantara lima gunungapi aktif yang ada di minahasa. Dalam klasifikasi gunungapi aktif di indonesia umumnya disebut gunungapi Lokon-empung, hal ini disebabkan oleh adanya dua puncak gunung yang menonjol pada jarak 2,5 km yaitu antara puncak gunungapi lokon dan gunungapi Empung.
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah Setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khususnya daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan pendapatan asli daerah.
Gunung Ambang merupakan salah satu gunungapi yang terletak dalam jalur gunungapi aktif di Minahasa yang terbentuk pada struktur terban tektonik Minahasa di ujung utara lengan Pulau Sulawesi. Hutam di wilayah sekitar G. Ambang umumnya sangat lebat, kecuali pada lereng bukit sebelah timur kotamobagu yang sudah banyak dijadikan ladang dan pemukiman oleh penduduk setempat. Pengamatan aktifitas G. A…
Kebijakan otonomi daerah memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah untuk mengembangkan daerahnya. Penataan wilayah harus mempertimbangkan sumber daya dan potensi bencananya. Oleh karena itu diperlukan upaya pengurangan risiko bencana. Analisis risiko bencana gunungapi dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko suatu objek bencana di dalam kawasan rawan bencana gunungapi.
Gunung Ambang merupakan salah satu gunungapi yang terletak dalam jalur gunungapi aktif di Minahasa yang terbentuk pada struktur terban tektonik Minahasa di ujung utara lengan Pulau Sulawesi. Jalur gunungapi aktif tersebut juga lanjutan dari untainnya di Pulau SUmatera, Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Busur Banda dan berlanjut hingga kelompok gunungapi aktif di Ternate-Halmahera, Kepulauan Sangih…