Tujuan perjalanan untuk mendampingi ahli gurmungapi dari Amo-rika Serikat (USGS) yang membantu memberikan pengarahan dan saran dalam menyelesaikan masalah pemetaan geologi G.Sundoro.
Dalam Juni 1982 Feta Daerah Bahaya G. Galunggung (A. D. Wirasaputra dan S. Wikartadipura, 1971) ditinjau kembali serta dilengkapi. Seperti la zim dilakukan pembuatan peta didasarkan atas morfologi, topografi dan kerusakan akibat letusan sebagaimana tercatat dalam sejarah.
Pemetaan geologi gunungapi Sundoro merupakan salah satu kegiat an Bagian Proyek Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Direktorat. vulkanologi tahun 82-83. Pemetaan direncanakan memakan waktu selama 2 bulan, yang terbagi kedalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung dari tanggal 19 Juni s/d 19 Juli 1982 dengan personalia R. Sukhyar, Danny Aswin, Saetojo, Nana Sulaksana dan S. Dirąsutisna. A.C.…
Penelitian diutamakan untuk menentukan ketebalan penyebaran bahan-bahan jatuhan piroklastika dan lahar serta efek untuk daerah sekitarnya yang berasal/diakibatkan dari priode kegia-tan G. Galunggung yang baru pada daerah yang terliputi oleh jalur-jalur potret udara yang sudah dibuat.
Selama tiga hari, mulai 8-10 Juni 1982 kami mengadakan pengenalan lapangan di daerah gunungani. Sebagai objeknya di-ambil G. Tangkubanperahu mengingat lokasi tidak jauh dari Bandung dan dapat dicapai dengan kendaraan kurang dari satu jam dari Bandung kearah utara
Pengecekan data geologi daerah pegunungan Dieng dan sekitarnya tahap ke II, yang merupakan kelanjutan pekerjaan tahap I, telah dilaksanakan dari tanggal 1 Desember 1981 sampai dengan tanggal 30 Desember 1981 selama 30 hari.
Hasil dari penyelidikan ini selain ada penambahan daerah yang dipetakan yaitu daerah bagian Barat, Timur dan Uta-ra puncak Galunggung serta beberapa batas daerah sekitar nya, juga terdapat perbaikan serta penambahan data.
Aktifitas Galunggung (April 1982) menghasilkan 3 macam bencana, yaitu; (1)Bencana aliran lahar panas dan dingin; (2) Aliran "awan-panas" yang mengikuti alur sungai (Dari Ps. Ngemplong - Sinagar) yang mencapai jarak 6 km; (3) Semprotan terarah (directed blast) yang mencapai jarak 3 km dari kawah Galunggung (G.Jadi -Ps. Ngemplong).
Pada waktu mempelajari gejala gunungapi, selalu di luangkan waktu untuk memperhatikan gerak gerak kegunungapian, yang mungkin merupakan suatu petunjuk peramalan suatu letusan.