Klasifikasi guguran dapat dilihat dari bentuk gempa serta envelope gempa itu sendiri, akan tetapi klasifikasi lain yang dapat dilihat adalah frekuensi dominan serta, arah gerakan partikel gelombang gempa yang ditimbulkan oleh gempa guguran juga dapat kita lihat.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Pengamatan visual ke arah G. Arjuno-Welirang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Arjuno-Welirang di Desa Sukereno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sedangkan rekaman kegiatan kegempaan G. Arjuno-Welirang dilakukan sejak Mei 1995 sampai September 1996 dan gempa - gempa yang tercatat pada umumnya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
Dalam rangka memantau kegiatan vulkanik G.Bromo, dilakukan pengamatan keadaan visual dan seismik G.Bromo saat ini, serta mengevaluasi kegiatan vulkanik dalam 5 (lima) tahun terakhir ini (1989 - 1994).
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
G. Sangeangapi adalah salah satu Gunungapi aktip berbentuk strato yang mempunyai kawah, dengan tinggi + 1949 meter di atas permukaan laut. Sesuai dengan SPPD dari Bandung atas nama : sdr.M.Endang Ilyas, sdr.H.Abdul Wahab dan sdr. Wayan Nongos Tapayasa, maka pada tanggal 29 Mei 1985 dilakukan pemeriksaan kawah/pengamatan visual langsung ke puncak/ke kawah Gunung Sangeangapi. Adapun maksud dan tu…