Untuk melengkapi kebutuhan data kordinat dan tinggi diatas muka laut di Pos pengawasan G. Semeru (G. Sawur dan Tawonsongo), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut.
Kegiatan G. Kelut diamati secara berkala guna mengumpulkan data-data kegiatan sebelum letusan, Beberapa parameter yang diharapkan dapat digunakan sebagai penunjuk peningkatan kegiatan diantaranya yaitu seismik, suhu air danau kawah dan lain-lain. Dengan dipasangnya jaring-jaring seismograp 3 komponen vertikal akan dapat dianalisa arah dan asal suatu gempabumi, terutama dimaksudkan untuk menetah…
Laporan singkat G. Semeru No. 01/WSP/AC/78, tertanggal Pos Vulkanologi Argosuko 24 Januari 1978, isinya, antara lain, ialah terjadi perpindahan atau perobahan peluncuran awan pijar guguran ke arah dan masuk Curah Kobokan sejauh 6-7 km dari titik pusat guguran; sebelumnya awan pijar tersebut melalui K. Besuk Kembar.
Gunungapi dengan tipe strato ini terletak di- daerah Kabupaten Cirebon pada posisi 6.534 1.s. dan 108.24 B.T. Pada kawah utama terdapat dua dasar kawah, kawah kasepuhan dan kawah kanoman, sebelum mencapai kawah utama disebelah baratnya terdapat bekas lobang le- tusan yang telah dikenal dengan nama Gua Walet.
Sebagai kelanjutan laporan lapangan 115. 48, yang berjudul "Pengukuran kordinat Kuarter dan Tersier di sekitar G. Semeru (G. Sawur dan Tawongsongo)", inipun sama juga kebutuhannya untuk memenuhi data abdis, kordinat dan tinggi (X. Y. Z) di kampung Sumberbulus (Sumberjo ) dan Pos Pengawasan G. Semeru di Argosuko
G. Gede atau G. Agung terletak dikecamatan Cianjur, bentuk gunungapi kembar dengan 4. Pangrango yang lebih tuabdan tidak lagi menunjukkan adanya kegiatan. Tubuh gunungapi ini tortutup popohonan besar maupun kecil yang tumbuh secara subur dan merupakan pohon pelindung bagi petugas. Dipuncaknya terdapat kawah-kawah Gemuruh, Gedeh, Sela, Ratu, Lanang, Baru dan Wadon.
Dengan Surat Perintah Dinas / Jalan No. 1059/s/1977 dan No.1060/S/1977, tertanggal Bandung 9 Maret 1977 Sår. Samud dan penulis ditugaskan oleh Kepala Bag. Proy. Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru.
Banjir lahar di daerah G. Sermora pada tanggal 20 September 1978 terjadi akibat turun hujan torus nemoras solana 4 (empat) hari, so-Jak tanggal 19 September 1978. Kejadian tersebut dimuat dalam surat Kabar SIHAR HARAPAN pada tanggal 27 September dan Harian KOMPAS pa da tanggal 28 September 1978, bahwa Besuksat-K. Hujur dan K. Láp-rak dilalui oleh banjir tersebut.
Pencemaran terjadi di sepanjang S. Ciwidey pada tgl.4 April 1978, akibat peningkatan secara mendadak kadar sulfat dan chlorida dalam air yang mengalir dari kawah Putih, G. Patuha. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, dilakukan pe- meriksaan pada tgl. 12 14 April, diantaranya terhadap ke- giatan gunungapinya, penelaahan sebab musabab terjadinya pencemaran, geologi teknik dalam usaha pencegahan …
Laporan ini disusun berdasarkan hasil peninjauan singkat di Kawah Putih Gunung Patuha, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Ban- dung. Peninjauan ini berdasarkan Surat Perjalanan Dinas No.26, 27 dan 28/SP/DUP/Kv/78 tanggal 10 Agustus 1978, sehubungan de ngan masalah pencemaran sungai Ciwidey di Kecamatan Ciwidey yang terjedi pada tanggal 4 April 1978.