Buku ini membahas tentang letusan katastropik Gunung Krakatau tahun 1883.
Buku panduan ini disusun untuk meningkatkan pengelolaan data air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di daerah oleh pemerintah kabupaten/kota dan pelaku pembangunan lainnya. Panduan ini menguraikan proses fasilitasi dan pengumpulan data AMPL, serta pemrosesan dan publikasi data untuk mendukung perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan AMPL. Dengan adanya kesepakatan dan pemahaman ber…
Pangalengan merupakan salah satu Kecamatan yang terkena dampak gempa bumi di Jawa Barat yang terjadi pada 2 September 2009 yang terletak di wilayah Kabupaten Bandung bagian Selatan, pusat gempa dengan kedalaman 30 kilometer. Gempa bumi yang terjadi di Jawa Barat tersebut termasuk pada gempa bumi tektonik yang memiliki kekuatan 7.3 SR di laut selatan Jawa Barat atau di Samudra Hindia, pada hari …
Buku ini menyajikan studi interdisipliner yang menggabungkan prinsip mekanika tanah dan geologi teknik dengan ilmu lingkungan untuk mengatasi masalah kontaminasi bawah permukaan. Fokus utamanya adalah pada perilaku tanah dan batuan ketika berinteraksi dengan limbah industri, domestik, dan bahan kimia berbahaya
Peletusan G Gamalama September 1980 merupakan letusan magmatik Kogia an tersebut terjadi melalui dua tempat yaitu Kawah Utama dan Kawah Baru. Bom lapili dilemparkan pada daerah sejauh lebih kurang 1,5 km dari puncak, sedangkan abu tersebar di seluruh P. Ternate sampai ke Halmahera. Akibat peletusan ini hampir 85% dari seluruh penduduk P. Ternate yang berjumlah 70.000 jiwa mengungsi ke daerah se…
Mount Umsini ("Oemsini") is internationally listed as an active volcano in the Bird's Head Irian Jaya (New Guinea)/ The mountain occurs at the north end of the Arfak Mountains, a range consisting of tilted and presumably folded early Tertiary turbidite sequences and volcanoclastic rocks that were intruded by Early Oligocene gabbroic rocks. The morphology is characterized by NNW-striking, long, …
Pangamatan terhadap G. Dukono, G.Gamkonora di Halmahe ra dan G.Gaurlana di Pulau Ternate dilakukan pada tanggal 17 Juli 4 Agustus 1980. Untuk mengetahui perkembangan kegia-tannya, seperti penyelidikan-penyelidikan terdahulu, terha dap ketiga gunung tersebut masih terbatas pada pengamatan: secara visual dan pengukuran suhu. Dengan data yang ada se-karang, kemudian menbandingkan dengan data hasil…
G. Gamalama di P. Ternate terletak pada posisi 0° 48° LU dan 127° 19,5° BT. Gunung api ini termasuk jenis strate yang tingginya 1715 m di atas permukaan laut atau 2700 m diatas dasar laut. Menurut sejarah kegiatannya yang diketahui sejak tahun 1538 hingga tahun 1962 telah tercatat 62 x letusan/peningkatan kegiata, di antaranya letusan yang menimbulkan korban jiwa tecatat pada tahun 1673, 1…
Pada 10 September 1980 A.D.Wirasaputra dan saya dengan SPPD n 1123/P/1989 Dan n 1122/P/1980, ditugaskan ke G.Gamalama P.Ternate Maluku Utara. Tujuannya untuk memetakan bahan letusan G.Gamalama yang meletus sejak 4 September 1980, dan membuat pengampang melintang dan memanjang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak yang kemungkinan besar dilalui oleh laharhujan. Perkerjaan tersebut …
Salah satu bencana alam di Indonesia yang paling banyak menakan korban baik yang menimbulkan kematian maupun keruian materi adalah bencana geologi gerakan tanah. Kejadian gerakan tanah dengan skala besar maupun kecil sering melanda di semua provinsi di indonesia, terutama pada musim hujan. Salah satu sarana untuk mengurangi resiko akibat bencana adalah dengan melakukan mitigasi yang dapat dilak…