Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Sejak abad ke-19 G.Semeu sangat giat, letusannya berlangsung di kawah utama. Diketahui paling sedikit satu kali terjadi letusan samping disertai leleran lava. Semua ancaman bahaya terutama hanya mengarah ke timur dan selatan. Sebagian besar masuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang.
Evaluasi dan monitoring yang dilakukan terhadap kegiatan vulkanik G.Bromo diantaranya mengumpulkan data - data pemantauan (seismik ataupun visual), mengambil contoh abu hembusan dan kemudian dianalisis untuk selanjutnya digunakan mengevaluasi kegiatan G.Bromo.
Dalam mengetahui situasi Komplek G.Dieng selama Januari - November 1994 ini, dilakukan evaluasi kegiatan vulkanik dataran tinggi Dieng selama waktu tersebut. ditinjau dari pengamatan visual, pemeriksaan kawah/lapangan fumarola serta kegempaan.
Selama beberapa tahun terakhir ini kegiatan vulkanik G.Slamet dicirikan dengan aktifitas hembusan asap yang terjadi di sekitar kawah puncak, serta rekaman seismik di dominasi oleh gempa - gempa permukaan. Sejak 1988 sampai 1993 gempa permukaan terus terekam meskipun saat laporan ini ditulis (Oktober 1993) jumlah gempa permukaan menurun cukup drastis dibandingkan waktu - waktu sebelumnya. Hembus…
Pada triwulan pertama tahun anggaran 1993 - 1994 ini, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan evaluasi terhadap endapan awan panas dan lahar 1992 - 1993 serta endapan sebelumnya di bagian lereng barat G.Merapi, yang meliputi daerah hulu K.Senowo, K. Lamat, K.Blongkeng, K.Sat 2, dan K.Bebeng.
Laporan Tahunan ini memuat rangkuman data dan informasi hasil kegiatan, dan rekomendasi wilayah kerja dan rekomendasi wilayah pertambangan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Strategis 2020 - 2024. Selain itu, laporan ini memuat informasi kegiatan penunjang lainnya yang diselenggarakan selama tahun 2021 di Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi