Pada bulan Juni 1961 dari Jawatan geologi. Ururan volkanologi dilancarkan pemeriksaan kepuncak mahameru kawah Djonggring seloko dan penulis berkenan mengikuti rombongan ekspedisi yang di pimpin oleh Sdr. I. Soenarja
Gempa Gunungapi kita kelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan klasifikasi tertentu, misalnya berdasarkan kedalaman sumber, bentuk sinyal gempa, spektrum gempa, durasi gempa dan lain sebagainya.
Indonesia memiliki banyak sekali gunung api. Gunung-gunung tersebut berada di sepanjang zona subduksi. Indonesia berada pada zona seismic yang aktif yang menghasilkan gunung-gunung api aktif pula.
Gunugapi Semeru merupakan gunungapi aktif tipe A yang terbentukstrato dengan sifat letusan tipe stromboli. Gunung Semeru terletak di kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedudukan geografinya pada 8 derajat 6' 30" Lintang Selatan dan 112 derajat 55' Bujur Timur (Gb. 1).
Sekitar 129 gunungapi tersebar di seluruh pulau di Indonesia, dimana penyebarannya berada disepanjang sabuk gunungapi Indonesia mulai dari kawasan Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara dan menerus hingga perairan Maluku dan kawasan Sulawesi Utara.
Sebagai metode utama dalam pemantauan Gunung Semeru, metode seismik digunakan untuk memantau pergerakan magma didalam gunungapi yang dapat digunakan, sebagai indikator akan terjadinya erupsi.
Penyebab terjadinya gempa tremor adalah adanya pelepasan energi karena pergerakan magma yang mengalami gangguan keseimbangan, Untuk mengetahui aktivitas dari magma dapat diketahui dengan menganalisa tremor yang terjadi.
Indonesia merupakan negara kepulauan tersebar di dunia yang labil, hal tersebut dikarenakan wilayah Indonesia terletak pada jalur pertemuan dari 3 gerakan lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia di Utara, Lempeng Indo-Australia di Selatan, Lempeng Pasifik di Timur dan Lempeng kecil di Philipina diantara ketiga Lempeng utama.
Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 3 lempeng utama, lempeng Eurasia di utara, Lempeng Indo-Australia di selatan, Lempeng Pasifik di timur dan Lempeng kecil di Philipina diantara ketiga lempeng utama.
Pada Gunung Semeru dapat terjadi beberapa gejala seismik antara lain adalah gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Tremor Vulkanik. Pada dasarnya frekuensi dominan yang terekam pada stasiun satu dengan yang lainnya berbeda untuk kejadian yang sama. Frekuensi dominan gempa Vulkanik A (VA) yang terjadi di Gunung Semeru berkisar antara 0.1 Hz sedangkan untuk tremor vulkanik memiliki frekuensi dominan sekit…