Pengamatan visual dan pemeriksaan kawah pada bulan Mei - Juni 1994, tidak mendapatkan adanya peningkatan bualan dan tidak ada laporan dari penambang belerang tentang bualan tersebut, yang ada hanya bualan gelembung gas yang berlangsung terus seperti biasanya.
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan gunungapi kw. ijen dilaksanakan di Kecamatan Perwakilan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Maksud dan tujuan penyuluhan ini ialah memberikan pengertian serta pemahaman tentang bahaya letusan gunungapi, terutama kw. ijen dan sekaligus juga memberikan penjelasan tentang penyebarluasan informasi kegiatan kw. ijen kepada Pemerintah Daerah, pemuka adat, tokoh masyara…
Penyelidikan dimaksudkan untuk meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunungapi Ijen sekitarnya yang meliputi pencarian dan pengambilan conto batuan di lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, Analisa petrografi dan Analisa kimia conto batuan.
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.
Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.
Penyelidikan dilakukan untuk menganalisa unsur - unsur kimia yang terkandung di dalam gas yang dihasilkan (dikeluarkan) oleh Gunung Ijen tersebut. Dari hasil analisa contoh gas tersebut diharap dapat membantu dalam perkiraan (peramalan) letusan gunungapi (khususnya Kawah Ijen).
Dalam penelitian ini, Regu Gaya Berat melakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Kawah Ijen, sedangkan Titik Acuannya (BASE) terletak di Pesanggrahan Sumberweringin, Bondowoso.
Pemantauan aktivitas Gunung Ijen saat ini dilakukan secara visual dan dengan instrumentasi. Satu unit seismograf dengan sistem telemetri telah dipasang, dengan lokasi seismometer berada di puncak Kawah Ijen dan unit perekam (recorder) ditempatkan di Pos Pengamatan. Sementara itu, pemantauan Gunung Semeru dilakukan dengan pemasangan tiga seismograf RTS, sehingga melengkapi seismograf HOSAKA yang…
Penyelidikan G.Raung dan G.Ijen dilakukan secara terpadu antara petrokimia batuan dan kimia gas dan air, serta geofisika dengan metoda seismik dan potensial diri.