Since the recorded activities in the beginning of December 1973 which lasted approximately one year, not a single indication con cerning activity of "Hobal Volcano" (or around the location where the "volcano" has disappeared below sea surface, as it was stated on December 31, 1974) was observed during the year 1975. On March 23, 1976, a radiogram sent by the local administrator to Bandung Headq…
Posisi G. Hobal itu diperkirakan terletak pada 123°35′ 26" Bujur Timur dan 8°22′56″ lántang Selatan; disebutkan pada kegiatan yang terakhir terlihat ada tujuh kerucut G. Hobal muncul keatas permukaan air laut berderet kearah pantai. Posisi geografis gunungapi itu dihitung dari Greenwich.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan/pengawasan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan daerah bahaya gunungapi (kawasan rawan bencana gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Pemetaan zona risiko bahaya G. Agung ini ditujukan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum mengenai tingkatan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat bahaya G. Agung. Informasi tingkatan risiko bahaya G. Agung di suatu wilayah itu dipandang penting sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan pembangunan di daerah tersebut.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak, tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Pengamatan kegiatan G. Banda Api dilakukan dari Pos Pengamatan di Neira, pemantauan meliputi visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu solfatar/fumarola dan kegempaan, disamping penelitian lainnya yang dilakukan secara temporer. Sedangkan pengamatan aktifitas seismik G. Banda Api dimulai sejak 1970 menggunakan satu set seismograf mekanik "Spindler dan Hoyer" yang ditempatkan di Colombo, lereng…
Maksud dari pemetaan geologi gunungapi lereboleng ini untuk menunjang Pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub. Dit. Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 1998/1999 dengan cara melakukan Pemetaan Geologi Gunungapi Lereboleng mencakup morfologi, struktur geologi, stratigrafi serta evolusinya.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan Daerah Bahaya Gunungapi (Kawasan Rawan Bencana Gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.