Gunung api Colo yang terletak pada posisi geografi 0(derajat) 10' LS dan 12(derajat) 36,5' BT merupakan satu-satunya Gunung Api di kawasan teluk Tomini Provinsi Sulawesi Tengah. Bedasarkan sejarah letusannya Gunungapi Colo dapat di sebut sebagai Tipe A, serta mempunyai ketinggian 508 meter diatas permukaan laut, terletak memanjang sepanjang Pulau Una-Una yang merupakan pulau subur dan potensil …
Pada 3 Januari 1990 telah diberangkatkan satu tim pemetaan gunungapi ke G.Awu, P. Sangir Besar, Kabupaten daerah bahaya Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Regu pemeta terdiri dari dua orang petugas yaitu S.Dirasutisna (No.SPPD 941/0441/3402/89) dan A.Martono (No-SPPD 942/0441/3402/89). Pekerjaan lapangan dilaksanakan selama 50 (lima puluh) hari termasuk perjalanan selama 6 hari.
Komplek Lokon merupakan Gunungapi Tipe A berbentuk strato terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung, masing-masing Puncak tertinggi G. Lokon yaitu 1580 m dml, sedangkan pucak G. Empung berketinggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif dan pusat vulkanisme Gunungapi Lokon saat ini. Dil…
Gunung api Tokoko dan Batu Angus terletak pada sambungan garis lemah yang menghubungkan G. Klabat dan G.Dua Saudara. Gunung ini merupakan gunung api strato dan terletak didaerah terpencil sekitar kecamatan Bitung. Sifat dari gunung api ini jika meletus tidak ada tanda sebelumnya. Kegiatan terakhir mulai dari tahun 1801 dimana terbentuknya gunungapi parasiter Batu Angus dan bukit sumbat lava Pad…
Kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat UU No.26 Tahun 2007, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya dalam penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bahaya yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi berupa kawasan yang menarik untuk wisatawan akan men…
Kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat UU No. 26 Tahun 2007, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya dalam penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bahaya yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi berupa kawasan yang menarik untuk wisatawan untuk m…
Gunungapi Ebulobo merupakan salah satu dari 17 gunungapi aktif tipe A yang ada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Ebulobo tumbuh pada zona depresi dalam suatu komplek gunungapi tua. Bentuknya strato dengan ketinggian puncak 2123 meter di atas permukaan laut atau 1610 meter di atas dataran Boawae. Gunungapi ini memiliki paling sedikit 8 buah titik letusan dan 3 sumbat lava.
Gunungapi Leowtolok atau Ile Api adalah gunungapi Tipe-A di Kabupaten Lembata, dengan ketinggian puncak 1.455 m dpl. Aktivitas letusan terakhir gunungapi ini tercatat pada tahun 1920 atau telah berisitirahat selama 92 tahun. Sejarah aktivitas letusan sebelumnya tercatat pada tahun 1660, 1819, 1852, 1864 dan 1889. Selain itu pada tahun 1939 dan 1951 tercatat adanya peningkatan kegiatan tanpa dia…
Gunungapi Leowtolok atau Ile Api adalah gunungapi Tipe-A di Kabupaten Lembata, dengan ketinggian puncak 1.455 m dpl. Aktivitas letusan terakhir gunungapi ini tercatat pada tahun 1920 atau telah berisitirahat selama 92 tahun. Sejarah aktivitas letusan sebelumnya tercatat pada tahun 1660, 1819, 1852, 1864 dan 1889. Selain itu pada tahun 1939 dan 1951 tercatat adanya peningkatan kegiatan tanpa dia…
Gunung Lewotobi adalah gunungapi strato bertipe andesitik dengan kubah lava pada bagian puncaknya. Gunungapi ini terletak di bagian timur Pulau Flores. Lewotobi merupakan gunungapi yang mempunyai dua puncak yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dengan ketinggian mencapai 1584 meter di atas muka laut dan Gunung Lewotobi Perempuan dengan ketinggian 1703 meter di selatan.